Koreri.com, Ambon – United Nation of Development Program (UNDP) melalui Platform SIAP (Social Innovation Accelaration Program) menyelenggarakan webinar berjudul Escape Bussines Competition Through Authenticty, Jumat (25/2/2022).
Webinar yang dimulai pukul 16.30 Wit ini menghadirkan pembicara Moon Marva selaku Program Advisor SIAP dengan moderator Irsan Nasution.
Pantauan langsung Koreri.com, webinar dibuka Sheila Teta Carina selaku Tehnical Coordinator Impact Fund at Innovative Financing Lab. UNDP.
Sheila dalam pernyataannya menyampaikan bahwa webinar ini merupakan bagian dari pelatihan kewirausahaan dasar yang akan dilakukan di Sulawesi dan Maluku.
Menurutnya, penting untuk mengambil tindakan tegas dan katalitik untuk mendapatkan keuntungan dan memberdayakan kelompok sasaran ini secara langsung.
“Dan untuk mengatasi ketidaksetaraan yang ada serta diskriminasi di pasar tenaga kerja dan masyarakat secara keseluruhan,” tekannya.
Lanjut Sheila, Sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia, dan khususnya terkait empat lembaga yang terlibat dalam inisiatif ini (ILO, UNDP, UNHCR dan UNAIDS), bertujuan untuk memastikan bahwa di masa-masa krisis sosial ekonomi, tidak ada seorang pun, terutama perempuan dan kelompok rentan lainnya, yang tersisa dibelakang.
“Ini menawarkan dukungan kepada penerima manfaat,” lanjutnya.
Targetnya, sambung Sheila, yaitu mendukung pelatihan kewirausahaan pengembangan usaha, memfasilitasi akses ke keterampilan pembangunan dan pekerjaan, memastikan pasar tenaga kerja yang setara gender yang bebas dari diskriminasi dan mendukung UMKM.
Materi Webinar adalah mengenai bagaimana mengelola dan mengembangkan produk autentik sejak awal hingga bisa bertahan dalam era persaingan dunia bisnis online secara global.
Sementara itu, Moon Marva dalam pemaparannya menekankan beberapa langkah dan metode strategi yang bisa dilakukan sehingga produk yang dihasilkan tetap memiliki keunggulan.
“Dengan begitu mampu bertahan dan tetap memiliki pangsa pasar dan konsumen yang tetap serta bisa berkembang secara luas,” tekannya.
Menurut Moon Marva, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah,
Pertama, konsumen modern yang cerdas. Dalam hal ini bagaimana mempelajari pangsa pasar, yaitu para konsumen.
“Diketahui melalui hasil riset bahwa konsumen yang menggunakan perangkat mobile android dapat mengakses web/aplikasi market online dengan mudah untuk mengetahui jenis jenis produk yang diinginkan,” terangnya.
Kedua, mempertahankan autentik bisnis yang dilakukan.
“Kita wajib mengenali dan mengetahui dengan baik produk yang kita hasilkan. Termasuk segala hal yang menjadi nilai jual dalam keunggulan produk tersebut,” sambungnya.
Ketiga, hadirnya infrastruktur digital sebagai sarana untuk mempermudah membangun bisnis.
“Dalam hal ini, adanya kemudahan mengakses internet bagi konsumen untuk mendapatkan produk,” tukasnya.
ZAN
