Koreri.com,Manokwari– Antrian panjang kendaraan berbahan bakar solar pada dua SPBU di Manokwari, terkesan dibiarkan berlarut-larut. Pemandangan ini nampak setiap hari di SPBU Jl Drs. Esau Sesa dan SPBU Sowi.
Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor,S.IP mengatakan hal itu tak boleh dibiarkan berlarut, dirinya pun heran karena kejadian itu berlangsung dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.
“Ini kewenangan DPRD Manokwari untuk segera memanggil dan minta keterangan dari pihak Pertamina, bersama SPBU” tegas Wonggor dengan nada kesal saat menghubungi media ini melalui telpon celulernya, Selasa (8/3/2022).
Menurutnya jika stok dari Pertamina cukup untuk memenuhi kebutuhan solar, kenyataannya antrian kendaraan terus terjadi. Bahkan antrian ‘mengular’ terlihat di sepanjang jalan ke dua SPBU itu.
Wonggor meyakini pengisian solar yang terbatas tentu menyulitkan supir angkutan lintas kabupaten jalur Manokwari-Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan bahkan Teluk Bintuni. Apalagi sampai stok solar di SPBU terbatas bahkan habis.
Ia menduga kuat jika ada praktik penimbunan solar dilakukan kendaraan dengan modifikasi tangki khusus (tab). Aparat keamanan juga diminta segera bersikap.
“Jika Pertamina menjamin stok solar aman, kenapa antrian kendaraan seperti tak ada habisnya. Manokwari wajah ibu kota provinsi dan hal seperti ini tak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Wonggor mengaku DPR Papua Barat akan bersikap dengan memanggil pihak Pertamina jika kondisi seperti itu masih saja terjadi. Namun, lebih dulu diserahkan ke DPRD Manokwari.
Sebelumnya Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Papua Maluku Edi Mangun mengaku stok solar untuk Manokwari terbilang aman.
“Solar dibutuhkan kendaraan dengan trayek jauh seperti ke Sorong, Bintuni bahkan sampai Nabire. Itu yang terbaca oleh kita (Pertamina). Juga untuk truk yang digunakan untuk pekerjaan proyek,” bebernya belum lama ini di Manokwari.
Dirinya menampik jika antrian solar itu akibat pengalihan stok untuk menyuplai alat berat dalam aktivitas penambangan.
“Pertamina tidak memasok stok ke sana, tetapi jika mereka mendapatkan solar mungkin dari antrian. Yang jelas tidak ada stok solar dari Pertamina untuk aktivitas penambangan” singkat Edi.
KENN
