Koreri.com, Ambon – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) tiga pilar kebangsaan mulai 11 – 12 April 2022.
Perjuangan Ambon New Port (ANP) dan Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional (LIN) akan menjadi fokus utama dalam pembahasan dalam rakor tersebut.
Sekretaris DPD PDI Maluku Benhur Watubun menjelaskan, rakor tiga pilar kebangsaan membahas kepentingan masyarakat Maluku.
Salah satunya menjawab isu terkini yang dilakukan oleh beberapa orang yang tidak berisi dan hanya bombastis.
“Perjuangan ANP dan LIN sebagai proyek Strategis Nasional harus disikapi dan kita dukung. Partai melihat ini sebuah konsekwensi dari pada gerakan yang dilakukan secara Nasional,” ungkapnya kepada wartawan di Ambon, Rabu (6/4/2022).
Apalagi khusus untuk LIN, lanjut Benhur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo telah menetapkan itu sebagai program Strategis Nasional.
“Paling tidak kita kuatkan dan berikan dukungan penuh kepada Pak Gubernur Maluku untuk melaksanakan amanat rakyat, dan menopang seluruh kekuatan konsolidasi elemen masyarakat untuk menjemput seluruh perjuangan LIN ini dengan baik,” sambungnya.
Ketua Fraksi PDI DPRD Maluku ini menegaskan, setelah seluruh kekuatan masyarakat bergerak, partai juga tidak tinggal diam untuk itu.
Dan rakor tiga pilar kebangsaan dilakukan untuk mensolidkan konsolidasi partai, untuk terus memompa gerakan-gerakan elemen partai ditingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
“Jadi komponen yang diundang adalah eksekutif partai, komponen legislatif partai dan struktural partai. Yang kita undang itu Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, Gubernur dan Wakil Gubernur kita undang semua,” tambahnya.
Benhur menambahkan, semua akan ketemu dan mensinergikan kekuatan agar keutuhan konsolidasi itu bermakna dan menjangkau harapan-harapan yang diinginkan oleh kader partai.
Apalagi lanjut dia, isu-isu penting di daerah ini harus dikemas dan pihaknya harus dudukan dalam satu instruksi penting partai untuk dilakukan proses pengamanan.
“Isu terkini ini sering orang melihat secara parsial. Jadi tidak melihat secara utuh. Orang kemudian menyikapinya dengan sepele dan menghubungkan dengan sifatnya menjatuhkan orang lain. Tidak mencerminkan pola demokrasi yang baik dan sehat. Makanya kita letakan dalam prinsip-prinsip demokrasi,” ulasnya.
Karenanya, partai ini mesti didukung struktur partai dan harus disolidkan supaya eksekutif didukung dengan seluruh kebijakan dan proses pengawalan dilakukan oleh Legislatif dalam rangka mensinergikan seluruh kekuatan partai kedepan.
JFL
