Koreri.com, Ambon – Ketua Komisi I DPRD Maluku Amir Rumra membenarkan rapat bersama Sekda dan sejumlah pihak adalah tidaklanjut dari giat yang sama sebelumnya bersama Kapolda Maluku, beberapa waktu lalu.
Sorotan kemudian ia tujukan kepada kinerja Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua.
Rumra menilai Bupati Malteng tak serius menangani persoalan.
“Sejauh ini yang saya lihat Bupati Maluku Tengah tidak ada keseriusan dalam melihat konflik selama ini yang terjadi di Maluku Tengah,” nilainya.
Menurut Rumra, dalam rapat yang baru saja dilaksanakan pihaknya bersama sejumlah pihak telah menyepakati beberapa hal.
“Jadi rapat kita dengan Kapolda sudah di sampaikan kepada Pemeritah Provinsi Maluku dan sudah diapresiasi oleh pemerintah Provinsi Maluku. Tadi juga sudah disampaikan Sekda bahwa selama ini Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Bahwa Pemerintah daerah sudah melakukan tanggap darurat,” ungkapnya seusai rapat dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Rabu (18/4/2022).
Intinya, lanjut Rumra, adalah soal pengamanan dan perdamaian untuk dua negeri ini.
“Jadi tetap mesti ada rapat gabungan dan dalam rapat gabungan ini Gubernur dan Bupati Maluku Tengah harus hadir dan sama-sama kita bicarakan masalah ini,” lanjutnya.
Untuk itu, tegas Rumra bahwa selaku Komisi I sebagai alat kelengkapan mewakili lembaga ini sangat merespon persoalan ini.
“Apapun yang kita lakukan yang intinya kita mengarahkan pada proses perdamian. Jadi kalau tidak damai dan setiap hari dengan kondisi begini maka kita juga akan butuh biaya yang cukup besar,” tegasnya.
JFL
