Koreri.com, Wasior – Pelabuhan Penyeberangan Sewandaimuni di Kampung Kaibi, Distrik Wondiboi, Kabupaten Teluk Wondama yang dibangun Kementerian Perhubungan RI sejak beberapa tahun lalu diharapkan dapat segera dioperasikan.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Teluk Wondama Bernardus Setiawan di Isei, Jumat (5/8/2022).
Diakui, jajarannya belum bisa mengelola pelabuhan tersebut lantaran belum adanya hibah aset dari Kemenhub RI.
Padahal pelabuhan yang dibangun dengan dana mencapai Rp70 miliar itu sudah rampung dibangun sejak dua tahun lalu.
Alih-alih difungsikan, pelabuhan yang direncanakan untuk kapal ferry itu justru dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hampir seluruh kaca baik pintu maupun jendela di bangunan kantor dan terminal sudah pecah berantakan.
Baca Juga: Prajurit TNI Tewas di Lanny Jaya, Danrem PWY : Karena Kelalaian Sendiri
Tidak itu saja, atap terminal juga mengalami kebocoran akibat banyak seng yang tercabut dan dihempas angin puting beliung beberapa bulan lalu.
“Aset itu semula rencananya akan dihibahkan pada 2021 lalu namun tertunda karena masih menunggu persetujuan Presiden. Persetujuan Presiden diperlukan lantaran nilai aset Pelabuhan Sewandamuni di atas Rp50 miliar,” kata Bernardus.
Menurut dia, surat persetujuan Presiden untuk hibah aset Kemenhub ke Pemkab Wondama saat ini sudah ada. Dishub Wondama kini tengah menyiapkan berbagai dokumen administrasi untuk rencana hibah aset tersebut.
Dalam rapat kerja dengan Komisi C DPRC Teluk Wondama sebelumnya, Bernardus mengatakan sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak Kemenhub bahwa pelaksanaan hibah Pelabuhan Sewandamuni akan dilakukan pada Agustus ini.
Meski proses hibah belum dilakukan, lanjut Bernard, dalam tahun ini pihaknya telah menyediakan anggaran untuk perbaikan fasilitas pelabuhan yang mengalami kerusakan baik yang sengaja dirusak maupun akibat angin kencang.
Baca Juga: Soal Pemekaran DOB, Ini Harapan Tokoh Masyarakat Pegunungan Tengah Papua
“Karena sudah mau dihibahkan, sehingga mau tidak mau kami usulkan di DAK 2022 untuk diperbaiki. Sekarang proses untuk perbaikan. Perbaikan itu berupa perbaikan terminal, mengganti kaca-kaca yang pecah, kemudian atap yang kemarin lepas terkena puting beliung,” terang Bernardus.
Selain itu, perbaikan kantor, pemasangan listrik dan air bersih.
Anggota DPRD Teluk Wondama Markus Webori dalam rapat kerja dengan Dishub setempat menyatakan kuatir aset pemerintah yang menelan dana cukup besar itu hanya menjadi monumen karena tak kunjung difungsikan.
“Kami harap pelabuhan itu cepat difungsikan supaya bisa membantu masyarakat dari Selatan (selatan Wasior) kalau mau ke luar daerah tidak perlu jauh-jauh lagi ke Wasior. Cukup naik dari Kaibi. Kami lihat bangunan di situ juga banyak sudah rusak karena didiamkan saja begitu,” ujar politisi Partai Golkar itu.
ZAN