Koreri.com, Timika – Kepolisian Resor Mimika membubarkan aksi pemalangan Jalan di Km 11 Yos sudarso, Kelurahan Kadun Jaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Senin (29/8/2022).
Aksi tersebut merupakan dampak dari kejadian pembunuhan terhadap 4 orang masyarakat sipil asal Nduga.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan aksi tersebut dilakukan secara spontanitas oleh masyarakat yang mengatasnamakan masyarakat suku Nduga.
“Aksi pemalangan jalan ini dilakukan secara spontan oleh masyarakat suku Nduga. Mereka meminta agar kasus pembunuhan 4 warga sipil yang terjadi pada 22 Agustus 22 lalu segara ditangani dan melakukan pencarian jenazah korban,” kata Kombes Kamal dalam keterangannya, Senin malam.
Dijelaskan, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra bersama Penjabat Bupati Nduga, Namia Gwijangge langsung turun ke lokasi pemalangan untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Dari hasil komunikasi, kata Kamal, pihak masyarakat meminta bantuan kepada pihak Kepolisian dan Basarnas untuk pencarian terhadap 2 korban yang belum di temukan sampai saat ini. Sehingga pihak keluarga dapat melakukan pemakam terhadap korban.
“Kapolres Mimika sudah bertemu dengan Bupati Nduga dan masyarakat dilokasi pemalangan. Kapolres sudah menyampaikan bahwa proses pencarian tetap akan dilakukan, namun Polisi dan Basarnas harus mempersiapkan kelengkapan apa saja yang diperlukan di TKP,” katanya.
Setelah mendengarkan tuntutan dari masyarakat, Kapolres meminta agar jalan kembali dibuka sehingga tidak menggangu aktifitas masyarakat lainnya.
“Jalan sudah dibuka oleh masyarakat, saat ini situasi aman kondusfi, aktifitas masyarakat sudah berjalan seperti biasa,” ungkap Kombes Kamal.
Selai itu dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Kepolisian dan tidak melakukan aksi-aksi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.
“Kami mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pengungkapan kasus ini. Sehingga pengungkapan kasus ini dapat berjalan dengan lancar dan para korban dapat segera ditemukan,” kata Kaml.
VER
