Aliansi PAPEDA Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Mutilasi OAP di Timika

IMG 20220829 WA0022
Ketua Aliansi PAPEDA Yulianus Dwaa, SKM

Koreri.com, Jayapura – Kasus menghilangnya empat warga Kabupaten Nduga yang dilaporkan hilang di Kabupaten Mimika sejak Senin (22/8/2022) langsung menjadi sorotan berbagai kalangan.

Salah satunya, Aliansi Papua Penuh Damai (PAPEDA) yang mengutuk keras pelaku tindakan mutilasi yang merengut nyawa orang asli Papua (OAP) tersebut.

Ketua Aliansi PAPEDA, Yulianus Dwaa, SKM mengutuk pembunuhan yang tidak manusiawi tersebut dan mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap motif dibalik aksi sadis tersebut.

“Kami menyayangkan kejadian ini, apalagi kejadian ini terjadi menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Papua secara khusus Timika,” ungkapnya di Jayapura, Minggu (28/8/2022).

Pihaknya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian pembunuhan yang tidak manusiawi tersebut.

“Kepada semua pihak, mari kita bersama-sama mendukung pengungkapan kasus ini hingga terang benderang,” beber pria yang juga Wasekjen DPP KNPI ini.

Yulianus menegaskan kejadian ini, hendaknya menjadi pembelajaran orang Papua untuk lebih waspada dan saling menjaga.

“Orang Papua harus saling menjaga keberlangsungan hidup orang Papua, mengingat presentasi orang asli Papua hanya 3 persen dari penduduk Indonesia,” bebernya.

Menurutnya, kemanusiaan adalah kodrat tertinggi diatas ideologi apapun yang ada di muka bumi.
Sebelumnya diberitakan, empat warga Kabupaten Nduga dilaporkan hilang di Kabupaten Mimika sejak Senin (22/8/2022).

Dari empat orang yang hilang itu, dua diantaranya tewas mengenaskan setelah dilaporkan hilang.

Warga Nduga itu meninggal dunia dengan kondisi tubuh dimutilasi dan ditemukan di tempat yang berbeda.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakiri mengungkapkan, kasus pembunuhan ini telah ditangani Polres Mimika.

Sementara itu Direktur Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramadhani menjelaskan, saat ini polisi terus melakukan koordinasi dengan Polres Mimika dan pihak-pihak lain untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.

Kasus ini terkuak setelah Polres Mimika menerima laporan keluarga soal hilangnya keempat korban.
“Dua diantaranya ditemukan di lokasi berbeda dengan tubuh dimultilasi. Kedua jenazah saat ini disemayamkan di kamar jenazah RS Mimika,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramadhani.

Faizal menyebutkan, anggota polisi melakukan pencarian terhadap para korban kurang lebih lima hari. Dua warga tersebut ditemukan di kampung Pigapu-Logopon pada Sabtu (27/8/2022) siang dengan kondisi tubuh tak utuh atau sudah dimutilasi.

“Kejadian pembunuhan ini kita sedang dalami, diduga ada empat korban dan dua korban kita sudah berhasil temukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Ia mengatakan, pihaknya melihat kasus ini adalah motif pembunuhan yang saat ini masih didalami dengan adanya korban empat orang.

“Kita temukan dua mayat di dekat sungai Pomako dan dua korban lainnya sedang dicari. Untuk mayat ditemukan dimultilasi dan bagian tubuh lainnya sedang kita cari,” ucap Faizal.

Faizal menyebutkan keempat korban tersebut sebelum dibunuh mengunakan mobil menuju Kuala Kencana, namun setelah itu keempatnya dilaporkan hilang.
Sementara mobil yang ditumpanginya ditemukan dalam keadaan terbakar pada Selasa (23/8/2022) siang.

Untuk dua korban lainnya yang belum ditemukan, lanjut Faizal, pihaknya sedang berupaya melakukan pencariannya.
“Kita terus mengungkap dan menyelidiki motif dari kasus pembunuhan sadis ini, karena kita masih cari dua korban lainnya,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya telah mengerahkan tim Napis dan Lapbor untuk membantu pengungkapan kasus ini karena ada beberapa beberapa tempat kejadian perkara (TKP).

RLS

Exit mobile version