Koreri.com, Wamena – Tim Eksistensi Kementerian Dalam Negeri menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pengawalan Daerah Otonomi Baru selama satu minggu di Gedung Aithousa Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Rapat koordinasi rangka untuk persiapan peresmian tiga provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) sekaligus menindaklanjuti kunjungan kerja dari Wakil Menteri Dalam Negeri – Republik Indonesia, John Wempi Wetipo ke tiga provinsi DOB pada tanggal 25-29 Juli lalu.
Dari Provinsi Papua untuk Provinsi Papua Pegunungan diwakili Kepala Bappeda, Yohanes Walilo dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Papua, Elpius Hugi.
Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah (FDPPD) Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sumule Tumbo, mengatakan Pemprov Papua maupun kabupaten yang ada di wilayah Papua Pegunungan sudah melaksanakan tugas secara optimal dan secara terintegrasi untuk pembentukan DOB ini.
“Pusat, provinsi dan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan ini sudah melakukan langkah-langkah strategis yang sudah kita tentukan bersama, bahwa Gedung pemerintah kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Papua selaku provinsi induk yang sudah ditunjuk, akan digunakan sementara OPD-OPD yang sudah diusulkan kurang lebih 22 OPD,” kata Sumule Tumbo dalam keterangannya, Kamis (8/9/2022).
Selain itu juga telah dilakukan verifikasi untuk ruangan Penjabat Gubernur termasuk juga dengan rumah Jabatan (Rujab) Penjabat Gubernur, Rujab Pelaksana tugas Sekertaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan.
Kemudian kantor – kantor OPD, kantor – kantor dinas sudah ditempel dan dipasang plang papan nama OPD – OPD yang diusulkan.
Pemasangan plang kantor gubernur Provinsi Papua Pegunungan sudah dipasang yang saat ini sudah dijaga oleh aparat Brimob yang telah membuat posko disana.
“Kita harapkan semua yang kita capai ini, tetap kita jaga bersama keamanannya dan pada saatnya nanti dilakukan peresmian. Nanti akan kita laksanakan syukuran peresmian dengan mengundang seluruh stakeholder yang ada. Tokoh – tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM, Forkompimda dan semua unsur masyarakat akan dilibatkan dalam syukuran nanti,” ujarnya.
Dijelaskan, tim Pokja III sudah melaksanakan tugas secara optimal selama seminggu di Provinsi Papua Pegunungan termasuk meninjau lokasi tanah yang akan dibangun Kantor Gubernur dan kantor pemerintahan.
“Kita harapkan pembangunan kantor – kantor dinas secara terintegrasi disana, sehingga memudahkan pelayanan secara efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kita,” pungkasnya.
“Kami damping untuk validasi dan verifikasi rencana pembangunan pusat kantor Provinsi Papua Pegunungan dan juga kantor sementara Provinsi Papua Pegunungan dan beberapa dinas/badan yang akan dibentuk atau sudah disepakati kurang lebih 22 OPD,”bebernya.
Hasil rapat koordinasi semua yang dikerjakan itu sebagian besar persyaratannya lengkap. Dimana nantinya tim akan melaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Wakil Menteri dalam negeri.
“Kami dari provinsi sifatnya mendampingi dan juga ada penyerahan asset, yang akan kita dilakukan saat peresmian. Tetapi itu akan diiventarisir diantaranya penyerahan SMU/SMK yang dilakukan Bapak Gubernur,” kata Yohanes Walilo.
Ada beberapa asset milik provinsi induk semisal Balai Pertanian yang juga nanti akan diserahkan dan dihibahkan ke provinsi yang baru.
Walilo juga mengapresiasi apa yang dikerjakan dalam pertemuan selama satu minggu ini luar biasa dan hasilnya memuaskan. Pemerintah Provinsi Papua akan terus mendampingi untuk persiapan pelaksanaan peresmian Provinsi Papua Pegunungan.
Diharapan kepada Provinsi Papua Pegunungan bahwa yang pertama komitmen dari para bupati yang berada di lingkup provinsi tersebut berkomitmen dan kompak dengan memberikan ruang serta fasilitas kepada provinsi yang baru dengan menyiapkan segala fasilitas.
Terkait dengan penyerahan asset akan diinventarisir bekerjasama dengan Provinsi induk membangun komunikasi yang baik, sehingga nantinya saat asset – asset dilimpahkan akan menjadi milik Provinsi Papua Pegunungan.
EHO
