Koreri.com, Biak – Sekelompok warga peduli korban kekerasan Biak Numfor yang mengatasnamakan Bersatu Untuk Kebenaran (BUK) menggelar aksi demo damai di Kantor DPRD setempat.
Mereka mendesak Komnas HAM mengusut tuntas peristiwa mutilasi 4 warga sipil yang dilakukan 6 anggota TNI di Timika, Kabupaten Mimika.
Pantauan media ini di lokasi, Kamis (15/9/2022), peserta aksi berjumlah lebih kurang 10 – 15 orang tiba di kantor DPRD Biak Numfor sekitar pukul 10.00 Wit dengan membawa beberapa kertas manila bertuliskan sejumlah permintaan kepada Komnas HAM.
Peserta aksi demo damai BUK ini dipimpin Tineke Rumkabu diterima langsung oleh Wakil Ketua Anetha Kbarek didampingi Ketua Komisi I Alfius Adadikam, SE, Penehas Wader, SH (anggota Dewan) serta hadir juga Sekretaris DPRD Biak Numfor Drs. Judi Wanma.
Dalam penyampaiannya kepada Dewan, BUK pada intinya meminta kepada Komnas HAM untuk segera mengusut tuntas perkara ini.
Berikut isi pernyataan sikap dan tuntutan BUK Biak Numfor,
- Mengutuk tindakan brutal TNI yang membunuh empat warga Nduga di Kota Timika tanggal 22 Agustus 2022 dan penyiksaan 3 warga Mappi yang berujung seorang meninggal dunia pada tanggal 31 Agustus 2022.
- Mendesak Pemerintah Indonesia dan TNI untuk mengambil tindakan tegas memecat anggota TNI pelaku pembunuhan 4 warga Nduga di Timika dan penyiksaan 3 warga Mappi dimaksud dan menghukum para pelaku setimpal dengan perbuatannya.
- Mendesak Komnas HAM RI membentuk KPP HAM untuk menginvestigasi kasus pembunuhan 4 warga Nduga di Timika dan penganiayaan 3 warga Mappi dimaksud dan mengungkapkannya secara terang benderang dan dapat diproses hukum selanjutnya
- Dan untuk proses hukum sidang kasus Paniai berdarah, kami menyatakan menolak dengan tegas pelaksanaan sidang kasus Paniai berdarah dilaksanakan di Makassar. Kami mendesak agar Sidang dimaksud dapat diselenggarakan di Papua.
HDK
