Reses di SBB, Turaya Tampung Banyak Keluhan Warga

IMG 20220928 WA0014

Koreri.com, Ambon – Anggota Fraksi PKS DPRD Maluku Turaya Samal, S.Hi mengaku menerima banyak keluhan dari warga masyarakat di daerah pemilihannya Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) saat giat reses beberapa waktu lalu.

“Reses saya kemarin banyak sekali keluhan dari masyarakat yang saya dengar baik itu terkait kebutuhan-kebutuhan dasar mereka maupun yang lain. Semua saya tamping,” terangnya saat dikonfirmasi Koreri.com, di Ambon, Kamis (28/9/2022).

Dikatakan Turaya, dirinya tak hanya bertemu dengan masyarakat saja tapi juga para raja-raja dan kepala dusun karena bukan hanya sebagai pemimpin saja namun mereka juga adalah pengambil kebijakan di masing-masing wilayahnya.

Mulai dari infrastruktur jalan tani, kemudian air bersih, alat tangkap nelayan dan juga ada hal- hal lain yang disampaikan.

“Semua inikan menjadi kebutuhan mendasar yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi kita tampung kemudian pada saat rapat DPRD bersama pihak terkait maka ini akan kita sampaikan keluhan masyarakat ini,” terangnya.
Warga juga mengeluhkan soal kenaikan harga BBM yang begitu drastis.

“Karena ini yang membuat kesulitan juga bagi masyarakat sehingga kemudian membuat mereka resah dengan kondisi kenaikan BBM sekarang ini,” sambungnya.

Politisi PKS ini menampung keluhan masyarakat soal jalan Huamual (Piru-Loky ) yang dijanjikan Kepala Dinas PUPR Maluku dengan anggaran Rp2 Miliar dan akan di kerjakan di 2022 ini.

“Memang sampai saat ini juga tidak ada tanda-tanda pekerjaan di lapangan dan jalan tersebut tidak layak lagi dilintasi kendaraan. Saat ini jalan tersebut rusak parah dan membuat masyarakat kesulitan melewati jalan itu,” bebernya.
Semua keluhan ini, lanjut Turaya, akan dilaporkan saat rapat dengan pihak-pihak terkait agar dapat di tidak lanjuti.

“Karena permasalahan banyak sekali yang saya dapatkan saat reses yang saya lakukan di dapil pemilihan saya,” lanjutnya.

Karena itu, Turaya berharap Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten SBB agar bisa melihat kebutuhan maupun selulitan masyarakat.

“Jangan biarkan mereka terus seperti begini yang sudah susah, dibuat susah lagi,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version