Koreri.com, Jayapura – Masyarakat hingga saat ini masih menjaga ketat kediaman pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi 1 Miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal itu disampaikan Pengacara Lukas Enembe, Aloysius Renwarin kepada Koreri.com saat dikonfirmasi, Senin (3/10/2022).
“Sekarang ini kondisi kondusif artinya masyarakat hanya berjaga-jaga kediaman Lukas Enembe sebagai tokoh besar Papua,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Alo ini pun tetap berharap jika KPK hendak melakukan pemeriksaan agar dilakukan di kediaman Lukas Enembe.
“Kalau KPK mau periksa LE dan keluarga dikediaman, kami tim hukum siap mendampingi untuk proses pemeriksaan dan bisa melihat secara langsung kondisi pak Gubernur Lukas Enembe,” harapnya.
Intinya, lanjut Alo, kondisi kesehatan Lukas Enembe ini membuat dirinya tidak dizinkan untuk keluar Papua dan berobat ke Jakarta.
“Kalau memang sudah sehat barulah bisa ke Jakarta untuk memberikan keterangan ke penyidik KPK. Karena orang Papua punya pengalaman buruk ketika berobat ke Jakarta, pasti pulang dalam keadaan meninggal dunia,” bebernya.
Alo mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga agar Gubernur Lukas Enembe berobat ke Jakarta namun keluarga tetap bersih keras Lukas Enembe tidak boleh keluar dari kediaman sebelum kondisi kesehatan pulih total.
“Kami sudah bicara baik-baik tapi keluarga Pak Lukas Enembe tidak mau, mereka mau Lukas Enembe berobat di Jayapura saja,” ujarnya.
Pantauan terakhir, Selasa (4/10/2022), kediaman pribadi tersangka Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura masih jaga ketat ratusan masyarakat Papua dan simpatisan Lukas Enembe dilengkapi alat perang tradisional busur anak panah dan parang di depan gerbang masuk kediaman Lukas Enembe.
Jalan masuk ke kediaman Lukas Enembe dipalang pakai alat berat eksavator dan setiap pengunjung atau tamu yang berkunjung ke kediaman Lukas Enembe wajib diperiksa dan wajib menggunakan identitas lengkap.
EHO
