Koreri.com, Manokwari– Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T menegaskan Masyarakat Moskona menolakk dengan tegas kehadiran kelompok kriminal bersenjata (KKB) di daerah mereka.
Yang mereka dibutuhkan masyarakat moskona yaitu pembangunan infrastruktur jalan untuk menghubungkan distrik hingga kampung-kampung agar dapat mempermuda mereka dalam kebutuhan transportasi darat dan juga sektor ekonomi meningkat.
Penolakan masyarakat Moskona ini terungkap dalam pertemuan Bupati Petrus Kasihiw (PK) dengan delapan kepala distrik, Kepala kampung di wilayah Moskona, tokoh adat, masyarakat dan agama di Aula Sasana Karya , perkantoran Pemda Teluk Bintuni , Selasa ( 11/10/2022).
“Kami telah mendengar apa yang mereka sampaikan bahwa mereka tidak setuju dan menolak dengan tegas setiap gerakan-gerakan NKRI yang terjadi di Bintuni, Maybrat dan tanah papua pada umumnya itu murni pernyataan mereka, yang mereka inginkan pembangunan berjalan di wilayah moskona,” kata Bupati Kasihiw kepada wartawan di Manokwari, Rabu (12/10/2022).
Masyarakat berharap kata Bupati, aparat gabungan TNI-Polri bergerak cepat untuk menangkap para pelaku selanjutnya menghukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku karena sudah melakukan pembantaian terhadap 14 warga sipil sebagai pekerja proyek ruas jalan trans papua barat, Bintuni – Maybrat, Kamis (29/9/2022) di Kampung Meyerga, Dsirtik Maskona Barat yang mengakibatkan 4 orang tewas dibunuh.
Masyarakat Moskona akan melakukan aksi pemulihan kembali dengan melaksanakan Deklarasi Damai dan Pesta Rakyat di Meyerga ibu kota distrik Moskona Barat. Untuk memperlihatkan kepada masyarakat di luar Teluk Bintuni, bangsa dan negara bahwa Kabupaten ini Damai.
Ditambahkan Bupati Kasihiw bahwa tenaga pendidikan dan kesehatan yang sudah meninggalkan tempat tugas akibat dari adanya berita-berita hoax yang berkembang, karena itu diupayakan supaya mereka segera kembali bertugas ke tempat tugasnya masing-masing.
KENN
