Koreri.com,Manokwari– Dengan resmi terbentuknya daerah otonomi baru Provinsi Papua Barat Daya (DOB PBD) maka potensi pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Papua Barat akan menurun.
Meski dari 9 unit pelaksana tugas (UPT) Samsat hanya 4 yang berada di wilayah Sorong Raya (PBD) namun pendapatan asli daerah (PAD) terbesar disumbangkan dari wilayah kepala burung pulau papua itu ke Provinsi Papua Barat.
Eksekutif dan legislatif Papua Barat akan mencari solusi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Ketua Komisi III bidang keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat Mugiyono,S.Hut kepada wartawan mengatakan, hasil dengar pendapat dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) mencari jalan keluar untuk kemungkinan tersebut.
“Kita ada 9 UPT, 4 berada di Papua Barat Daya dan 5 sisanya ada di Papua Barat, jika dibandingkan pendapatan pada 4 UPT samsat yang ada di Papua Barat Daya lebih besar,” kata Mugiyono.
Besaran pendapatan pada 4 UPT di Papua Barat Daya disebabkan karena jumlah kendaraan yang melakukan pembayaran pajak lebih banyak dibanding dengan 5 UPT yang ada di Provinsi Papua Barat.
“Memang pendapatan terbesar kita masih dari pajak kendaraan bermotor. Dari catatan Bapenda mobilisasi kendaraan terbanyak yakni di wilayah Sorong,” jelasnya.
Anggota Banggar DPR Papua Barat itu menyebutkan, perlu ada inovasi dan kreativitas untuk terus memacu pendapatan daerah agar bisa maksimal, salah satunya dengan mendorong masyarakat agar taat membayar pajak.
” Upaya-upaya yang kita sarankan adalah untuk melakukan jemput bola kepada wajib pajak, contohnya memaksa kendaraan yang beroperasi di wilayah Papua Barat untuk harus kendaraan terregistrasi di daerah,” lanjut dia.
Komisi III DPR Papua Barat juga memberi apresiasi kepada Penjabat Gubernur Paulus Waterpau yang akan membuat aturan bahwa penerima subsidi BBM hanya kendaraan Bernomor polisi Papua Barat (PB).
“Langkah yang baik sudah ditegaskan oleh Gubernur, tinggal bagaimana kita mengesahkan dan menjalankan aturan tersebut,” tandas dia.
Selain itu, DPR juga mengharapkan agar potensi pendapatan yang belum dikelola dengan baik seperti Perusahaan daerah (Perusda) dapat berkontribusi mendongkrak APBD Papua Barat.
KENN
