Koreri.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung visi nasional melalui partisipasi aktif dalam Diskusi Panel Terpadu Indonesia Emas 2045.
Acara yang berlangsung pada 5 – 6 Mei 2026 di Jakarta ini mengusung tema krusial: “Strategi Integrasi Hulu ke Hilir Penguasaan Cadangan Emas Menuju Ketahanan Moneter yang Berdaulat”.
Diskusi Panel Terpadu Indonesia Emas 2045 ini, di hadiri,
1. Dirut Mind Id
2. Kepala BIM
3. Dirjen Minerba KESDM
3. Deputi TLSDAB KLH
4. Dirjen Planologi Kehutanan KemenHut
5. Dirjen Gakkum KESDM
6. Dirut Pengembangan Usaha ANTAM
7. GHC Comercial Solution BRI
8. Peneliti BRIN
9. Gubernur Papua Tengah.
Dalam forum strategis tersebut, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa hadir secara langsung sebagai narasumber untuk memaparkan materi bertajuk “Strategi Integrasi Hulu-Hilir Penguasaan Emas Menuju Ketahanan Moneter.”
Poin Utama Paparan Gubernur Meki :
1. Pertambangan Rakyat sebagai Motor Ekonomi: Mengubah paradigma pertambangan rakyat agar menjadi sektor ekonomi yang legal dan bermartabat.
2. Masyarakat Adat sebagai Aktor Utama: Kebijakan ini menekankan pentingnya menempatkan masyarakat adat bukan sekadar sebagai penonton, melainkan pelaku utama di tanah ulayat mereka sendiri.
3. Ketahanan Moneter Bangsa: Pengelolaan cadangan emas yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di Papua Tengah diharapkan mampu memperkuat cadangan devisa dan kedaulatan moneter Indonesia.
Melalui integrasi hulu ke hilir ini, Pemprov Papua Tengah optimis bahwa sektor pertambangan akan memberikan dampak domino yang positif bagi pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di wilayah Papua Tengah.
“Sekaligus menjadi pilar penting bagi kemandirian ekonomi nasional menuju 2045,” pungkas Gubernur.
HMS
