Koreri.com, Ambon – Pejabat Wali Kota Bodewin M. Wattimena mengajak seluruh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) untuk mensyukuri penyertaan Tuhan dalam perjalanan organisasi pemuda gereja tersebut hingga saat ini.
“Pertama itu, kita harus mensyukuri penyertahan Tuhan kepada AMGPM Daerah Pulau Ambon Utara. Karena tanpa peryertaan Tuhan, kita tidak akan sampai HUT yang ke 9 tahun ini. Maka hari ini kita harus berterima kasih dan sekaligus mensyukuri semua itu,” ajaknya saat menghadiri ibadah syukuran HUT ke 9 Tahun AMGPM Daerah Pulau Ambon Utara bertempat di Gereja Bethesda, Hative Besar, Selasa (31/1/2023).
Menurut Penjabat, Angkatan Muda hadir sebagai bagian integral dari Gereja Protestan Maluku (GPM) yang bertugas atau berfungsi untuk melakukan pembinaan bagi kaum milenieal saat ini.
Untuk itu, ia menitipkan bagi AMGPM di HUT ke 9 tahun ini agar mempersiapkan diri untuk menjadi Angkatan Muda yang tangguh.
“Kenapa itu penting? Karena saat ini kita pemuda mendapat tantangan yang luar biasa maka itu kita sebagai AMGPM agar menjadi generasi yang membawa kemajuan dunia pada saat ini terkhususnya Kota Ambon melalui peran pemuda-pemuda milineal yang lahir dari Angkatan Muda GPM,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Pulau Ambon Utara Pdt. Abraham Beresaby mengatakan bahwa di HUT ke 9 ini tentu sebagai pimpinan gereja, dirinya berharap AM GPM dapat terlibat pada seluruh proses yang menjadi pesan Pemerintah.
“Kita juga AMGPM selalu mengikuti perkembangan nasional dan global juga Pemerintahan terkhususnya Pemerintah Kota Ambon,” akuinya.
Pdt Abraham juga tak menampik jika saat ini banyak terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Karena itu, pemuda juga harus hadir dan berperan serta bekerja.
Salah satu diantaranya melalui sosialisasi yang di buat oleh pemuda – pemuda gereja terkhususnya AMGPM Daerah Pulau Ambon Utara agar kekerasan di kalangan masyarakat itu bisa ditekan.
Belum lagi persoalan narkoba yang saat ini banyak sekali menghancurkan kehidupan anak muda yang awalnya coba – coba hingga kemudian terjerumus.
“Maka itu, AM GPM harus bisa menjadi pemuda gerejawi dan jauh dari hal – hal itu sehingga tidak menyusahkan diri sendiri maupun merusak lingkungan sekitarnya,” pesannya.
Yang tak kalah penting, Pdt Abraham juga menyinggung soal sampah yang hingga saat ini masih menjadi persoalan yang harus dituntaskan.
“Kita tahu bersama saat ini di Kota Ambon bermasalah dengan sampah karena tidak adanya kesadaran dari masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan juga tidak mentaati jam – jam buang sampah. Untuk itu, perlu ada kerja nyata dari AMGPM untuk bisa bersama-sama dengan Pemerintah menata dan mengelola sampah agar tidak menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan dan Ambon bersih sebagaimana julukan Kota Ambon Manis,” harapnya.
Pdt Abraham berharap kreativitas dari pemuda AMGPM dan dikolaborasi bersama-sama untuk kemajuan daerah ini.
“Kami harapkan progam-progam pelayanan pemuda AMGPM akan juga diarahkan untuk menyelesaikan masalah bersama – sama dengan Pemerintah,” pungkasnya.
HUT AMGPM Daerah Pulau Ambon Utara ke 9 tahun juga dihadiri Pejabat Raja Hative Besar J. Nuansa Sangadji, dan para tamu undangan lainnya.
Momen syukur HUT ke 9 tahun ini dilaksanakan dalam sebuah ibadah di Gereja Bethesda Jemaat GPM Hative Besar yang di hadiri 44 ranting dari 17 Jemaat.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Ari Maitimu ini dalam kotbahnya mengajak AMGPM Daerah Pulau Ambon Utara ini agar terus menjadi organisasi yang memajukan dan terus merangkul pemuda – pemuda lain agar bersama-sama menjadi terang dunia.
JFL
