as
as

Konflik Antar Warga Pecah di Kota Tual, Kapolres Dinilai Lakukan Pembiaran

IMG 20230201 WA0035

Koreri.com, Tual – Bentrokan antar dua kelompok warga kembali pecah di Kota Tual, Provinsi Maluku.

Kali ini, konflik yang terjadi melibatkan warga Banda Eli dan Yarler, Selasa (31/1/2023) malam mengakibatkan sejumlah rumah warga Yarler dibakar massa.

Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka akibat bentrok tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini, kabarnya aksi penyerangan hingga pembakaran rumah itu dipicu seorang warga Banda Eli dilaporkan terkena panah di kepala saat sedang duduk-duduk di kompleksnya.

Terpantau di lapangan, Rabu (1/2/2023) pagi, sejumlah massa yang diketahui datang dari Banda Eli hendak melakukan penyerangan ke komplek warga di kawasan Un Pantai. Namun berhasil dihalau aparat keamanan yang diterjunkan ke lokasi.

Saksi mata yang dihubungi Koreri.com, Rabu (1/12/2023) melalui telepon seluler mengaku jika kasus ini dipicu insiden beberapa hari lalu yang sudah di tangani di Polres Tual.

Ketika itu ada 7 pemuda Yarler dalam kondisi mabuk melakukan pemukulan terhadap satu pedagang yang kabarnya berasal dari Banda Eli.

Namun persoalan itu telah diselesaikan, dan ke 7 pelaku pemukulan telah diamankan dan menjalani proses hukum di Mapolres Kota Tual untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kendati demikian, sumber yang keberatan menyebutkan namanya itu mengaku heran dengan sikap aparat kepolisian dalam hal ini Kapolres Tual yang tidak jeli membaca situasi di lapangan.

“Seharusnya Kapolres tak hanya menangani ke 7 tersangka tapi juga memantau situasi di lapangan guna mencegah dampak lanjutan dari kejadian awal. Tapi karena Kapolres lakukan pembiaran maka dampaknya seperti ini. Mereka dengan bebas datang membakar rumah-rumah kami,” bebernya.

Apalagi, sumber mengaku mendengar informasi yang beredar jika aksi itu dilakukan karena ada warga Banda Eli yang terkena panah saat duduk-duduk dikompleksnya.

“Masa iya orang lagi duduk-duduk dikomplek sendiri lalu tiba-tiba terkena panah kemudian warga kampung Yarler yang dituduh melakukan itu,” herannya.

Sumber menduga ada peran provokator dibalik aksi ini yang sengaja menghancurkan ikatan persaudaraan antara Yarler dan Banda Eli.

Untuk itu, ia meminta aparat kemanan bersikap tegas dan cepat menangani persoalan ini.

“Jangan sampai masyarakat kemudian menilai Kapolres berpihak,” cetusnya.

Sementara Kapolres Tual AKBP. Prayudha Widiatmoko, saat dikonfirmasi koreri.com via WA membenarkan insiden tersebut.

Ia membenarkan konflik antar dua kubu warga di Kota Tual ini rangkaian dari 7 tersangka pemuda Yarler yang diduga mabuk dan sudah ditahan yang jadi pemicu konflik pengrusakan awal.

Kemudian berlanjut dengan aksi penyerangan dan pembakaran rumah warga Yarler, Selasa (31/1/2023) malam.

“Iya.. karena ada warga Banda Eli yang kena panah di kepala.. saat duduk-duduk di kompleksnya,” akuinya.

Kapolres mengaku pihaknya masih fokus mengendalikan situasi karena konsentrasi massa.

“Situasi sementara landai… dan masing-masing massa bisa dihimbau menahan diri,” ujarnya.
Disinggung soal masalah yang kini sudah melebar ke kasus lain karena ada peran penyusup atau provokator?

“Itu yang kami jaga… sehingga kami dengan Pemerintah daerah dan TNI menghimbau seluruh tokoh masyarakat yang ada untuk menenangkan massa dan mengantisipasi berita-berita hoax,” pungkasnya.

VER

as

as