Fokus  

Pangdam Cenderawasih – Wakapolda Papua : TNI – Polri Operasi Militer Hoax

IMG 20230211 WA0045

Koreri.com, Jayapura – Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Muhamad Saleh Mustafa didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Ramdani Hidayat, S. menggelar konferensi pers pasca pembakaran Pesawat Susi Air hingga proses evakuasi 18 pekerja pembangunan puskesmas di Paro, Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga dari Kenyam Menuju Timika.

Konferensi pers “Insiden Paro Nduga” tersebut berlangsung di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (10/2/2023).

Turut dihadiri Danrem 172/PWY Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring, Danpas Brimob 3 Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Iqnatius Benny Ady Prabowo, S.I.K, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, S.H, S.I.K, dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi.

Pangdam Cenderawasih menekankan soal informasi tentang pesawat terbakar sudah diketahui bersama.

Oleh karena itu, banyak isu yang beredar bahwa TNI-Polri akan melakukan operasi militer dengan upaya-upaya paksa maupun tindakan-tindakan kekerasan seperti bom di Paro.

“Ini tidak benar alias hoax, yang benar bahwa masyarakat melakukan eksodus ke Kenyam karena ulah dari KKB Kelompok Egianus Kogoya. Tadi malam Pak Bupati Nduga meminta kami untuk membantu warganya dalam melakukan eksodus, dan tadi pagi kami sudah melakukan operasi penyelamatan dengan prioritas ibu-ibu hamil anak-anak maupun orang tua. Sementara 25 orang sudah kami bantu dan sudah berada di Kenyam serta sedang di tangani pihak medis TNI-Polri,” tegas Pangdam.

Senada dengan hal tersebut Wakapolda Papua juga mengatakan pihaknya dalam hal ini TNI-Polri dalam proses operasi kemanusiaan yang tengah dilakukan, memprioritaskan ibu-ibu hamil, anak- anak maupun orang tua yang sudah renta.

“Kami sudah berhasil mengevakusi sejumlah 25 orang masyarakat dengan rincian 12 orang dewasa (4 laki – laki dan 8 Perempuan) dan 13 anak – anak (10 laki – laki dan 3 perempuan), yang sementara ini sudah berada di Kenyam untuk diberi tindakan medis,” rincinya.

Menapis isu yang beredar di masyarakat bahwa TNI dan Polri akan melakukan upaya kekerasan berupa bom, Wakapolda Papua dengan tegas menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Isu yang disampaikan oleh kelompok Egianus Kogoya itu tidak benar, yang kami lakukan di sana hanya tindakan kemanusiaan dan tindakan penegakan Hukum,” tandasnya.

EHO

Exit mobile version