Koreri.com, Jayapura – Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Muhamad Saleh Mustafa didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Ramdani Hidayat, S. menggelar konferensi pers pasca pembakaran Pesawat Susi Air hingga proses evakuasi 18 pekerja pembangunan puskesmas di Paro, Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga dari Kenyam Menuju Timika.
Konferensi pers “insiden Paro” Nduga yang digelar di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (10/2/2023) itu turut dihadiri Danrem 172/PWY Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring, Danpas Brimob 3 Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Iqnatius Benny Ady Prabowo, S.I.K, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, S.H, S.I.K, dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi.
Pangdam dalam kesempatannya mengatakan, TNI-Polri bekerja atas kepentingan negara yang mana pada hal ini penanganan kasus di Paro kemarin melibatkan berbagai unsur baik dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah daerah yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa manusia.
“Terkait dengan pesawat Susi Air terbakar berkembang isu adanya ancaman dari Kelompok Egianus Kogoya kepada para pekerja pembangunan puskesmas yang mana ke 15 orang di tambah 3 orang penunjuk jalan sudah dievakuasi dalam keadaan selamat, namun Pilot masih belum kami ketahui keberadaannya dan kami terus melakukan pencarian sesuai kondisi yang ada di lapangan,” terangnya.
Lanjut Pangdam, pada dasarnya TNI – Polri dalam penanganan ini tidak menduga-duga tetapi berdasarkan fakta di lapangan.
“Jadi tidak ada penyanderaan. Yang ada adalah kita masih mencari oknum pilot tersebut apakah di amankan oleh kelompok Egianus Kogoya ataupun simpatisannya,” tandasnya.
EHO
