as
as

Gubernur Maluku Minta OPD Berinovasi Untuk Kendalikan Inflasi

gub mal inflasi

Koreri.com, Ambon – Gubernur Maluku Murad Ismail meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) berinovasi untuk membantu pemerintah mengendalikan inflasi di provinsi itu.

“Setiap OPD menciptakan satu Inovasi yang diharapkan dapat menekan pertumbuhan inflasi yang berdampak pada capaian Inflasi yang terkendali,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Ambon, Selasa (14/02/2023).

Menurut Murad Sinergitas antar-OPD terkait Dinas Perikanan dengan stok Ikan, Dinas Perhubungan dan PU memastikan kelancaran distribusi, Dinas Perindag dan Ketahanan Pangan serta Bulog memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok minimal sampai 6 bulan, Dinas Energi dan Sumber daya Mineral memastikan ketersediaan stok BBM.

Ia mengatakan untuk mengurangi atau mengendalikan inflasi di Maluku diperlukan empat strategi yakni menjaga dan memastikan ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok, keterjangkauan harga kelancaran distribusi dan komunikasi.

“Kita perlu memaksimalkan kerja sama antar daerah (KAD) yang sudah dilakukan atau kerja sama dengan BUMN, BUMD dalam rangka mengeksekusi empat strategi tadi utnuk memenuhi Kebutuhan masyarakat,”tegasnya.

Pada 2022 inflasi di Maluku mengalami penurunan mencapai 0,17 persen terdapat pada 2 kota yakni Kota Tual dan Kota Ambon.

Untuk Kota Ambon komoditas yang menyebabkan inflasi yakni rokok putih, beras, tomat, tempe dan mie, sedangkan pada Kota Tual yakni beras, ikan tongkol, kontrak rumah, ikan layang dan ikan kembung per Januari 2023.

Sementara itu permasalahan pengendalian inflasi Provinsi Maluku 2023 yakni lemahnya daya beli dan turunnya pendapatan masyarakat akibat pandemi COVID-19 menyebabkan beban ekonomi makin tinggi.

Kemudian aktivitas produksi masih terbatas akibat pembatasan aktivitas dan cuaca ekstrim. Karena itu Pemerintah Provinsi Maluku mengevaluasi perkembangan stok dan harga bahan pokok di kabupaten/kota Se-Maluku.

Kemudina mengantisipasi pengaruh musim yakni memastikan stabilitas dan kelancaran distribusi seperti merumuskan langkah-langkah untuk menjaga kelancaran distribusi, stabilitas harga, dan antisipasi lonjakan permintaan menjelang HBKN 2023 dan cuaca ekstrim saat ini.

Tak hanya itu, penguatan peran stakeholder terkait seperti Pertamina, Bulog, produsen, distributor, agen, dapat menyiapkan stok yang cukup dan mendistribusikan tepat waktu;

Dengan demikian dinilai perlu membangkitkan kepedulian BUMN, BUMD, swasta, pemda, instansi vertikal kepada masyarakat miskin melalui bantuan sembako atau operasi pasar murah.

as

as