Koreri.com, Jakarta – Sebanyak ratusan warga Papua mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (7/3/2023).
Koordinator Aksi Demo Frans Rumbino, sebagaimana rilis yang diterima media ini, Rabu (8/3/2023) mengatakan kedatangan ratusan warga Papua itu guna menuntut KPK kembali memeriksa Kepala Badan (Kaban) Penghubung Provinsi Papua di Jakarta.
Ratusan warga Papua itu tergabung dari 4 mess yang ada di Jakarta terdiri dari, Mess Tanah Abang, Mess Cepu, Mess Tanah Tinggi dan Mess Cenderawasih lainnya.
Warga menduga, Kepala Badan penghubung terindikasi memakai uang negara dengan melakukan perjalanan ke luar negeri bersama keluarga dan sejumlah Asset yang dimilikinya.
“Indikasi Korupsi Uang Negara !! Periksa dan adili Kepala Kantor Penghubung Papua di Jakarta. Sering Melakukan Perjalanan Keluar Negeri Bersama Keluarga,” demikian kutipan pernyataan tertulis pada baliho yang dibentangkan di depan halaman gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta.
“KPK Segera Periksa Aset Kaban Penghubung Prov. Papua Yang Terindikasi Korupsi. 1. Usaha Batik Memorfi dan ART, 2. Kopi Dari Hati ke Hati, 3. Dll,” tulisan lainnya.
Warga Papua juga dengan tegas menolak untuk direlokasi karena dianggap ada upaya dikriminalisasi.
“Warga Mess Papua Tanah Abang JKT. Menolak : Kriminalisasi Relokasi, Intimidasi Relokasi, Premanisme Relokasi dan Menerima Relokasi Berdasarkan ; Pola Kasih, Pola Keadilan dan Pola Kebenaran,” tertulis dalam baliho lainnya.
Menurut warga, Mess-mess Cenderawasih yang ada di Jakarta adalah pemberian presiden Sukarno saat itu, membuktikan bahwa Papua juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Prasasti Yang Dipersembahkan Oleh Presiden Sukarno kepada Rakyat Indonesia Asal Irian Barat Merupakan Mas Kawin Republik Indonesia Dengan Irian Barat. Hormati Para Pejuang Trikora dan Para Penerusnya. Mess Cenderawasih Tanah Abang Yang Dipersembahkan Oleh Presiden Sukarno Kepada Rakyat Asal Irian Barat Membuktikan Kepada Dunia Bahwa Irian Barat Adalah NKRI,” tulisan lainnya di baliho.
Dari informasi yang diperoleh, 2 perwakilan warga Papua dipersilahkan masuk untuk menyerahkan bukti pengaduannya.
Dari dihimpun di lapangan, ada sejumlah persoalan yang terjadi antara pihak penghubung provinsi Papua dan warga penghuni mess-mess Papua yang ada di Jakarta yang hingga kini belum ada titik temu.
RIL
