as
as

RS Pratama di Kei Besar Resmi Dibangun, Bupati Hanubun Apresiasi Gubernur

IMG 20230504 WA0007

Koreri.com, Langgur – Gubernur Murad Ismail melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama MTH Elat, Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (3/5/2023).

Dana sebesar Rp74.585.143.199, dialokasikan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Atas pencapaian itu, Bupati setempat M. Thaher Hanubun pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dibawah kepemimpinan Gubernur Murad Ismail.

Dijelaskannya, sebagai daerah perbatasan dan daerah terluar, Pulau Kei Besar awalnya masih cukup tertinggal, permasalahan paling mendasar adalah rendahnya kapasitas infrastruktur, pelayanan dasar, akses konektivitas jalan dan jembatan, akses rumah layak huni, air bersih dan sanitasi, hingga akses pelayanan Pendidikan dan Kesehatan belum maksimal.

“Tetapi saudara masyarakat Kei Besar boleh lihat apa yang sudah ada sekarang, buka mata, buka hati, bahwa Kei Besar telah terjadi perubahan-perubahan besar,” ajaknya.

Bupati menyampaikan pula, sejak Maluku Tenggara berdiri 22 Desember 1952 sampai sekarang sudah lebih dari 70 tahun, Pulau Kei Besar tidak memiliki RS.

Masyarakat pun harus dirujuk dari Puskesmas di Pulau Kei Besar menuju ke RSUD di Kota Langgur.

“Walaupun ada Puskesmas yang dibangun cukup bagus, namun berkat rekomendasi Gubernur Maluku, dan keprihatinan sekaligus kerinduan warga masyarakat yang mendorong kami memperjuangkan pembangunan Rumah Sakit terutama di Pulau Kei Besar,” urainya.

Bupati menekankan pula, hal ini telah diperjuangkan sejak 2019 dan keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Pemprov Maluku.

“Untuk sekali lagi, saya atas nama Pemerintah Daerah dan Rakyat Maluku Tenggara, tidak ada kata lain kecuali mengucapkan banyak terima kasih kepada Gubernur Maluku atas dukungan dan fondasi Gubernur, selaku wakil Pemerintah Pusat maka usaha-usaha kami menjadi lebih mudah,” ucapnya.

Bupati mengakui, dana transfer yang diterima pihaknya dari Pemerintah pusat secara perlahan lahan meningkat dari tahun ke tahun.

“Yang sebelumnya kurang lebih Rp600miliar termasuk tahun 2023, dan fisik yang kami terima sebesar Rp231.930.207.000 dan jika dibandingkan dengan 10 kabupaten dan kota lain kalah dari Maluku Tenggara. Itu berkat rekomendasi Gubernur juga para tokoh agama, sehingga dimudahkan perjalanannya,” akuinya.

Di dalam alokasi Rp 231.930.207.000 itu, sambung Bupati, didalamnya ada Rp74.585.143.199, untuk pembangunan RS Pratama MTH di Elat.

“Setuju tidak setuju, pembangunan ini pasti jalan. Untuk itu, tenaga teknis Dinas Kesehatan dan Bapa Raja saya mohon dengan kerendahan hati bisa menjaga, jangan lagi ada yang datang pasang sasi di tempat ini. Ini pembangunan gedung rumah sakit, pengadaan prasarana hingga pengadaan alat kesehatan. Jadi Rp40 miliar fisik bangunan dan Rp30 miliar lebih untuk alat kesehatan,” pintanya.

Bupati juga menegaskan bahwa lokasi pembangunan RS Pratama MTH Elat adalah lahan milik Pemerintah Daerah.

“Elat dan Pulau kei besar akan mampu berkembang termasuk pembangunan rumah sakit ini akan berjalan lancar jika kondisi kamtibmas terkendali, tidak ada hambatan dan gangguan.” tandasnya.

Bupati juga melaporkan, pembangunan di Pulau Kei Besar ini memerlukan semangat juang yang tinggi.

Dan saat ini di Kei Besar, bidang telekomunikasi berupa sinyal 4G sudah masuk sehingga ujian sudah bisa berlangsung di sekolah masing-masing. Kemudian juga listrik dan air bersih sudah teratasi, meskipun belum 100 persen.

“Selain itu juga stunting sudah menurun di Kei,” pungkasnya.

Turut hadiri, Pangdam XVI/Pattimura, Wakapolda Maluku, Kabinda Maluku, Danrem 151/Binaiya, Forkopimda Maluku, Sekda Maluku, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Sekda Malra pimpinan OPD lingkup Pemprov dan Kabupaten Malra serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya.

BKL

as

as