Kunker di Buru, Gubernur Tebar 1.500 Benih Ikan Nila di Desa Waelete

IMG 20230507 WA0003

Koreri.com, Buru – Gubernur Murad Ismail didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad beserta rombongan tiba di Bandar Udara Namniwel-Namlea Kabupaten Buru, Sabtu (6/5/2023) pukul 08.30 WIT.

Gubernur dan rombongan menggunakan pesawat reguler Wings Air dengan Nomor Penerbangan ATR 72-600.

Setibanya di Namlea, Gubernur beserta Istri disambut oleh Penjabat Bupati Buru Dr. Djalaludin Salapampessy, S.Pi, M.Si, dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaian Kain Lestari dan Kain Selempang, serta diiringi dengan Tarian Soya-soya.

Setelah itu, Gubernur dan rombongan melanjutkan kunjungannya ke Desa Waetele, Kecamatan Waeapo untuk melaksanakan kegiatan Tebar Benih Ikan Nila.

Dalam laporannya Kepala Desa Aam Purnama menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan di kawasan ekowisata desa Waetele.
Kemudian, memanfaatkan SDA airnya dari bendungan Waetele yang mengairi 1000 hektar lahan sawah di desa itu dan Waekasar.
“Pada hari ini akan menebarkan 1500 benih ikan dari 8000 benih ikan yang telah disiapkan,” terangnya.

Kades juga melaporkan, kondisi stunting di desa Waetele ini nihil atau tidak ada dan benih ikan nila yang ditebar ini tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan pangan, sebagai tempat ekowisata pemulihan ekonomi dikarenakan harga ikan di kecataman Waeapo mahal, dan ikan nila ini merupakan salah satu sumber protein hewani sebagai pencegahan stunting.

Widya Pratiwi Murad selaku Ketua TP-PKK sekaligus Duta Parenting Provinsi Maluku, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih karena kepala desa, beserta jajaran dan Ketua PKK desa setempat karena sudah melakukan beberapa contoh pencegahan stunting.

“Pencegahan stunting tidak hanya melalui konsumsi makanan yang bergizi saja, tetapi juga perlu diingat bahwa lingkungan yang sehat harus dijaga, kondisi alam, tanah yang subur dan budidaya ikan disini sangat luar biasa, itu juga salah satu upaya pencegahan stunting yang telah dilakukan, tetapi kepada kader posyandu dan PKK harus rutin juga untuk pelayanan posyandu,” terangnya.

Widya juga menjelaskan bahwa untuk pencegahan stunting juga perlu dilakukan sosialisasi untuk mengedukasi anak-anak remaja yang diwajibkan minum pil tambah darah, selain itu ibu-ibu hamil juga harus diingatkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, seperti protein, sayuran, buah-buahan, dan saat melahirkan minimal 6 bulan pemberian asi eksklusif agar daya tahan tubuh anak data terjaga.

“Harus rajin datang ke posyandu untuk melihat tumbuh kembang anak kita sampai 2 tahun dan ini harus dijaga imunisasi, konsumsi makanannya, perlu adanya upaya pencegahan, sehingga tidak aka nada lahir anak stunting ,saya mengapresiasi jika di desa ini tidak ada stunting,” sambungnya.

Duta Parenting Maluku ini juga, memberikan semangat agar tidak lalai dalam penanganan stunting dan kualitas anak harus dijaga maksimal meskipun tidak stunting, untuk mempersiapkan generasi emas dari Desa Waetele menjadi anak-anak yang sejajar dengan anak-anak yang berada di luar Maluku.

“Saya mohon kader PKK dan posyandu bisa aktif, serta rajin membaca dan mengupdate berita tentang perkembangan stunting. Mudah-mudahan desa ini menjadi contoh bagi desa-desa lain yang masih ada stuntingnya, karena stunting ini adalah tugas bersama,” tutupnya.

Turut hadir, Sekda Maluku Sadli Ie didampingi istri, Forkopimda Kabupaten Buru, Sekda Buru, pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku dan Kabupaten Buru, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Kader Posyandu dan Kader PKK desa Waetele, beserta pihak terkait lainnya.

BKL