Wattimena : GPM Wajib Menjawab Kebutuhan Realitas Anak dan Remaja

Klasis GPM Kairatu Badar ke 3 2023.Narsum jpg

Koreri.com, Piru – Klasis GPM Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resmi menggelar kegiatan “Bakudapa” Anak dan Remaja melibatkan 27 Jemaat di wilayah itu.

Giat yang diinisiasi Komisi Anak dan Remaja ini berlangsung di lokasi lapangan bola Waesamu selama 4 hari, 26 – 29 Juni 2023.

Tema yang diusung “Anak dan Remaja Berkarakter dan Berintegritas, Sebagai Kekuatan Menuju Satu Abad GPM”.

Ruldolf L. Wattimena, S.Pd, MA yang juga Dosen IAKN Ambon selaku Moderator Fasilitator Public Speaking dihadirkan sebagai narasumber.

Dalam pernyataannya, Wattimena menekankan bahwa anak dan remaja GPM perlu dikuatkan kembali integritas dirinya, kualitas iman, semangat hidup dalam damai, memahami hidup dalam keragaman, mencintai sesama dan lingkungan, serta mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab.

Oleh sebab itu perlu didesain kegiatan yang mampu menghimpun Anak dan Remaja yang ada di wilayah Kairatu dan Kairatu Barat baik yang hidup di pesisir maupun pengunungan, hidup dalam keragaman budaya serta penuh kearifan lokal.

“Dalam tanggung jawab sebagai gereja, GPM berkewajiban menjawab kebutuhan realitas anak dan remaja. Disinilah peran gereja sekaligus menjawab problema yang dihadapi, serta mengelola dinamika secara terintegrasi dan berkualitas bagi kepentingan anak dan masa depan GPM,” paparnya.

Bakudapa Anak dan Remaja GPM Klasis Kairatu ke 3 ini, menurutnya, merupakan salah satu kegiatan pembinaan dan pengembangan kapasitas dengan menggunakan metoda partisipatif dan rekreatif.

Isu penting Bakudapa Anak dan Remaja GPM Klasis Kairatu ke – 3 adalah integritas diri. Integritas Ke-GPM-an, Kebhinekaan dan Persaudaraan serta tantangan.

Kesempatan dan peluang kerja yang perlu dipersiapkan lebih dini sehingga ketrampilan dan pengetahuan menjadi tuntutan kebutuhan bagi anak.

Bakudapa Anak dan Remaja GPM Klasis Kairatu ke 3 ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak untuk bangga menjadi Anak Indonesia, Anak GPM, Anak Maluku, serta termovasi untuk maju dan berprestasi dalam kebersamaan.

Lanjut Wattimena, sebenarnya ada beberapa pemojokan minat terkait dengan bakat anak – anak ini.

“Jadi mulai dari tadi siang setelah hari pertama pembukaan, pemojokan minat seperti public speaking, IT, musik dan menulis kreatif itu dimulai dengan membagikan peserta ke dalam kelompok minta masing-masing,” lanjutnya.

Diakui Wattimena, seluruh peserta terlihat antusias karena mereka datang dengan basic atau modal yang sudah ada. Karena yang datang ke kegiatan ini rata-rata siswa SMP yang punya potensi terbaik.

Mereka sudah diusung dari masing-masing Jemaat dan memang terbukti mereka punya keungulan – keungulan yang luar biasa di pojok minat masing – masing.

“Kalau soal lomba pentas seni dan Golden Memory ini akan dilanjutkan besok hari lagi dan tadi kita fasilitator sudah mendapat 6 penyanyi yang terbaik dan besok kita fasilitator akan menentukan tiga terbaik di setiap pojok peminatan,” tambah Wattimena kepada Koreri.com di lokasi kegiatan, Rabu (28/6/2023).

Output dari kegiatan ini akan dipilih tiga terbaik untuk nantinya melanjutkan kompetisi mewakili Klasis GPM Kairatu ke tingkat Sinode di Masohi, 2024 mendatang.

“Jadi lomba yang dari tadi siang yang mereka tampilkan yaitu public speaking (reporter, presenter, dan MC). Kemudian lomba menulis kreatif, anak juga disuruh menulis lagu atau mengaransemen musik juga lomba – lomba dalam bidang IT. Semua lomba sangat kontestual dan juga inovatif bagi anak – anak,” tandasnya.

Wattimena berharap anak-anak yang mengikuti Bakudapa Anak dan Remaja ke – 3 ini akan kembali kepada kebiasaan mereka yang alami.

“Maksudnya bahwa mereka tidak tergantung pada modelisasi yang membuat anak kecanduan terhadap gadget atau smartphone dan sebagainya namun menjadikan itu sebagai media belajar untuk mendapat informasi. Kemudian tidak menjadi penghambat dalam kegiatan belajar mereka. Jadi, kegiatan dan kompetisi ini sangat baik buat anak-anak berbaur, bersosialisasi membangun relasi yang baik dan inovatif serta komunikatif satu dengan yang lain,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version