Koreri.com, Ambon – Kunjungan Saadiah Uluputty, ST yang juga Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Maluku pada beberapa hari terakhir di Seram Utara dan Seram Utara Barat bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah menggelar Bimtek kepada petani.
Salah satu materi yang disampaikan adalah memperkenalkan pembuatan Biosaka oleh Widyaswara dan Penyuluh Pertanian Abdul Halim Tomu.
Dalam materi Bimtek, disampaikan juga tentang apa itu Biosaka, cara pembuatan dan manfaat kepada tanah dan tanaman.
“Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida melainkan elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik, memberikan sinyal positif bagi membran sel pada akar sehingga lebih energik dan produktif,” terang Abdul Halim melalui rilisnya, Jumat (5/8/2023).
Biosaka adalah salah satu sistem teknologi terbarukan dalam perkembangan dunia pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bioteknologi.
Biosaka merupakan hasil penemuan dari seorang pemuda tani bernama Muhammad Ansar dari Blitar. Karyanya tersebut sudah tercatat di Kemenhumkam Nomor 000399067.
Adapun manfaat ramuan Biosaka adalah dapat memperbaiki sel-sel tanaman.
Dan yang terpenting, ramuan ini bisa dibuat secara mandiri sehingga dapat menghemat penggunaan pupuk kimia serta meminimalisir serangan hama dan menjadikan lahan yang subur.
Beberapa pengalaman menunjukkan bahwa penggunaan Biosaka itu dapat mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia 50 hingga 90 persen dan meningkatkan jumlah produksi.
Dengan manfaat yang besar ini, serta bahan-bahannya mudah didapati tentu saja pembuatan pestisida nabati dan biosaka harus di aplikasikan ke masyarakat agar bisa menjadi pupuk alternatif bagi petani lokal.
“Saya harapkan kepada Pemerintah agar Bimtek khusus perihal pembuatan pestisida nabati dan biosaka harus mulai dilaksanakan lebih serius agar petani lokal kita bisa mandiri dalam penggunaan pupuk. Dan bahkan mungkin akan beralih ke pupuk organik, tidak lagi tergantung dengan pestisida kimia yang berbahaya,” tambah Saadiah.
RIL
