Koreri.com, Biak – Pertandingan Futsal Antar OPD Biak Numfor dalam rangka memeriahkan 17 Agustus 2023 telah berlangsung beberapa minggu belakangan ini.
Salah satunya, laga mempertemukan Tim Setwan dengan Tim Guru-guru SMAN 1 Biak Kota, 2 September 2023.
Sayangnya, laga itu tak berlangsung mulus menyusul terjadinya keributan hingga nyaris memicu kericuhan.
Sekretaris DPRD (Sekwan) Biak Numfor Drs. Judi Wanma ketika ditemui media ini di sela-sela latihan pagi di lapangan futsal Ridge, Senin (4/9/2023) membenarkan hal itu.
Dikatakan, bahwa ia sangat menyesalkan kondisi itu bisa terjadi dan bahkan hampir terjadi kericuhan.
“Panitia mencurigai kami menggunakan pemain dari luar alias bukan ASN dan honorer di lingkup Setwan Biak,” ungkap Judi.
Dijelaskan, di ajang futsal dalam rangka 17 Agustus 2023 tim futsal Setwan dalam proses pengadministrasian untuk memenuhi persyaratan yang diminta.
Dan semuanya sudah di siapkan baik SK juga daftar pemain-pemain yang hendak terjun ke dalam pertandingan.
“Yang menjadi polemik kemarin adalah rekan-rekan yang bermain atas nama tim Setwan merasa kecewa karena mereka terus ditanyai tentang persyaratan bahkan ada yang juga sempat bertanya untuk meminta kartu kuning, sementara pertandingan sudah di tengah jalan. Persyaratan dari tim Setwan sudah disampaikan secara resmi tapi masih tetap ditanyai tentang persyaratan tim Setwan,” jelasnya.
Dikatakan, bagian ini yang menjadi acuan ketika tim Setwan kembali mengkroscek kelengkapan teknis dari tim lain ternyata didapati bahwa tidak semua tim mengikuti aturan technical meeting.
Dicontohkan, ada honorer yang main sebanyak 3 orang dalam satu tim, padahal yang disepakati honorer yang tergabung dalam tim yang berlaga hanya boleh sebanyak 2 orang.
“Ketika berhadapan dengan tim guru-guru Smansa kedapatan 3 pemain mereka adalah honorer dimana sudah tidak sesuai dengan ketentuan technical meeting yang menyepakati bahwa dalam satu tim yang bertanding harus 3 dari ASN dan 2 dari honorer. Oleh karenanya dengan berbesar hati, tim Guru-guru Smansa mengundurkan diri,” ungkap Judi.
Diakuinya, memang bagian ini sudah menjadi catatan namun belum ada yang sempat komplain dan kemarin Setwan mendapati hal ini.
“Tim Setwan komplain dan ternyata bahwa pertandingan yang diselenggarakan ini tidak semua tim Futsal OPD mengikuti aturan yang sudah diputuskan dalam technical meeting pada awal pertandingan. Kami juga sudah koordinasi dengan Kadispora agar sebelum masuk 8 besar, ini harus ada penegasan kembali aturan untuk Futsal lewat technical meeting,” akuinya.
Judi menegaskan pada prinsipnya Tim Setwan menjunjung tinggi sportivitas termasuk sportivitas administrasi itu juga harus ditegaskan dalam arti persyaratan harus ditegakkan.
“Kita bukan cari menang atau kalah, ini hanya meriahkan HUT RI sehingga teman-teman kemarin dengan tim guru-guru Smansa mereka komplain karena ternyata ada 3 honorer dan 2 ASN yang main,” beber Sekwan.
Dan pada akhirnya, tim guru-guru Smansa dengan besar hati mengundurkan diri.
Pihaknya berharap dalam pertandingan selanjutnya, pimpinan OPD harus mem-briefing tim futsalnya untuk mengikuti aturan yang ada sehingga tidak memunculkan benturan-benturan yang nantinya menimbulkan masalah diantara para pemain tapi juga mencederai maksud sebenarnya futsal ini dilakukan untuk memeriahkan 17 Agustus 2023.
“Bagi kami sebenarnya untuk memeriahkan pertandingan dalam rangka 17 Agustus 2023 ini, biarlah ASN dan honorer pada OPD yang bersangkutan yang bermain,” pinta Sekwan.
Akhirnya, telah disepakati pemain ASN bisa diambil dari OPD lain namun pemain honorer harus dari OPD yang bersangkutan.
“Kalau ada yang melanggar maka harus di diskualifikasi sehingga bagian ini terus mengajar kita untuk tertib. Bagaimana mau kembangkan pertandingan persepakbolaan di Biak sedangkan futsal yang kecil ini saja tidak dijalankan sesuai aturan,” tegasnya.
“Teman-teman juga melihat bahwa ada beberapa panitia yang juga atur pertandingan tapi juga bermain. Maksud kami kalau memang jadi panitia biarlah jadi panitia saja jangan bermain pada salah satu tim. Karena ketika kepada hal yang teknis, namanya manusia bisa saja berpihak kepada OPD yang didukung,” ujarnya.
HDK
























