Koreri.com, Sorong– Kota Sorong Sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya, Merupakan Baro Meter Kemajuan dan Pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya.
Sebagai Kota yang menghubungkan Papua dan Wilayah Indonesia lain, Kota ini Merupakan Kota Tersibuk Kedua di Tanah Papua. Arus migrasi masuk Kota Sorong melalui Udara dan laut mendekati 1000 Orang Perharinya. Arus mobiltas Penduduk membuat perputaran Ekonomi berjalan 2 x 24 Jam. tidak terkecuali arus Jasa transportasi.
Meningkatnya Arus Migrasi Penduduk dan Mobilitas Ekonomi Penduduk yang tinggi menutut Pemerintah Harus Berpikir keras dan Bekerja keras untuk mengambil Langkah-langkah Ekonomi yang strategis, adil dan Merata demi kemjaun Rakyat Bangsa dan Negara.
Anggota DPR Papua Barat Otsus daerah pengangkatan Sorong Raya Agustinus R. Kambuaya,S.IP mengtakan, polemik dan protes perkumpulan supir angkutan Kota Sorong yang merupakan aksi protes kedua kalinya, Senin (17/10/2023) perlu digubris serta di pecahkan oleh Pemerintah Kota.
Perihal terkait izin Pemerintah Kota untuk beroperasinya jasa angkutan komersil taxi online Maxim menjadi tantangan bagi angkutan yang beroperasi di Kota Sorong sejak 20 Tahun Lalu.
Hadirnya taxi maxim berebut ruang Hidup, Ruang Ekonomi dan akan Mengusur dan Menyingkirkan keberadan angkuatan Kota yang selama ini setia melayani warga Kota.
Tentu Taxi Maxim Punya Hal yang legal Menurut Perizinan Berusaha. Tetapi angkutan kota juga merupakan warga Kota yang perlu di atur usaha hidup mereka. Semuanya sama-sama membangun Kota Sorong. Pemerintah harus mencari alternatif Bijaksana agar tidak ada masyarakat yang merasa di korbankan dari stau kebijakan Investasi dan usaha.
Perlu adanya Keasilan Ekonomi dan Pemeratan Ekonomi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat; Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi undang-undang pada 21 Maret 2023.
“Karena itu, sebagai masyarakat kami menyarankan perlu kebijakan Pemerintah Kota yang konstruktif dan Merata,” ujarnya.
RED






























