as
as

Presiden Mengaku Senang 70 Persen Pekerja Tangguh LNG asal Papua-Papua Barat

Presiden Resmi PSN Tangguh Train 3 ok
Momen Presiden RI Joko Widodo berbaur dengan pekerja PSN Tangguh Train 3 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (24/11/2023) seusai prosesi peresmian. Pj Gubernur Ali Baham Temongmere dan Bupati Teluk Bintuni Piet Kasihiw turut mendampingi / Foto : Ist

Koreri.com, Bintuni – Presiden RI Joko Widodo meresmikan Proyek Strategi Nasional (PSN) Tangguh Train 3 di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Jumat (24/11/2023) pagi.

Presiden juga di kesempatan yang sama melakukan groundbreaking proyek Ubadari dan hilirisasi blue amonia serta proyek  lapangan migas asap kido merah.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas investasi yang baru ini dan saya senang proyek ini menyerap banyak tenaga kerja. Saat ini 70 persen tenaga operasional Tangguh adalah pekerja dari Provinsi Papua Barat dan Papua,” ungkapnya.

“Dan saya mendengar agak kaget di 2029 mencapai 80 persen. Ini sangat bagus,” puji Presiden.

Kemudian juga, 105 teknisi operasi dan pemeliharaan kilang LNG adalah putra-putri Papua Barat dan Indonesia yang telah direkrut sejak SMA yang menjalani program pendidikan di BP ini.

Dikatakan Presiden, proyek Tangguh Train 3 sebagai penghasil gas bumi terbesar di Indonesia yang dibangun dengan investasi USD 4,83 Miliar atau senilai Rp72,45 triliun.

Proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan Tangguh LNG menjadi 11,4 juta ton dan berkontribusi signifikan untuk mendukung target produksi gas 12 standar kaki kubik perhari pada 2030 mendatang.

“Dalam kesempatan yang baik ini dan dengan memohon berkah dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa pada pagi hari ini saya resmikan Proyek Strategis Nasional Tangguh Train 3 di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Terima kasih,” ucapnya yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti.

Turut hadir, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Pj Gubernur Ali Baham Temongmere, Bupati Teluk Bintuni Piet Kasihiw, Kepala SKK Migas dan perwakilan bp Indonesia serta tamu undangan.

KENN

as