Koreri.com, Jayapura – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja merekrut 750 tenaga pengangguran untuk dilibatkan dalam program padat karya perkotaan tahap I tahun 2024.
Penjabat Sekda Roby Kepas Awi, mengatakan program padat karya tahap I tahun 2024 di lakukan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Jayapura ke 114.
“Padat karya dilakukan kepada 750 pencaker di Kota Jayapura yang berasal dari semua distrik dan ini merupakan program tahunan Pemerintah kota melalui Dinas Tenaga Kerja,” urainya.
Lanjut Pj Sekda, program padat karya sangat membantu para pencari kerja di wilayah Kota Jayapura dalam rangka menekan angka pengangguran
“Kita juga harus menciptakan lapangan kerja agar tidak bergantung kepada Pemerintah mengingat jumlah pencari kerja cukup besar dan ini bagian dalam rangka keberpihakan Pemkot Jayapura kepada kelompok-kelompok pencari kerja yang ada di lima distrik,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura Djoni Naa, mengatakan program padat karya ini merupakan program primadona karena melibatkan ratusan pencaker yaitu masyarakat dari lima distrik di wilayah ini.
“Tahun 2024 ada peningkatan jumlah pencaker pada program padat karya yang juga menjadi program prioritas dari wali kota Jayapura yakni sebanyak 75 kelompok dan menyerap tenaga kerja sebanyak 750 orang ,” Jelas Djoni Naa. Jumat (23/2/2024) di Jayapura.
“Tujuan kegiatan padat karya jnj untuk menekan angka pengangguran serta menyediakan lapangan kerja yang sifatnya temporer bagi penganggur dan setengah penganggur di kota Jayapura ,” jelasnya.
Tidak hanya itu tujuan selanjutnya yaitu memperindah Kota Jayapura dalam rangka menyambut HUT kota ke 114.
“Waktu pelaksanaan pengecatan badan jalan, trotoar, talud , taman dan jembatan yang merupakan lokasi kerja dari kelompok kelompok kerja mulai dari distrik Heram hingga Jayapura utara,” bebernya,
Diakui Kadis, untuk 2024 ada perubahan warna cat seperti untuk talud dari warna merah hitam menjadi warna putih hitam untuk memberikan nuansa cerah dan mencegaah terjadinya kecelakaan lalu lintas karena warnanya yang gelap.
“Sementara median jalan dan trotoar masih menggunakan warna kuning hitam yang jadi warna nasional dan digunakan di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Djoni Naa merincikan setiap kelompok beranggotakan 10 orang dan telah dilindungi jaminan sosial oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
“Ada 75 kelompok yang direkrut akan bekerja mulai hari ini selama 6 hari. Total Rp 600 juta rupiah untuk program padat karya tahap I dan masing masing kelompok akan mendapat Rp 8.4 juta,” pungkasnya.
SAV
