Potoway Buru Disiapkan Jadi “Kota Kecil” di Ujung Barat Mimika, Infrastruktur Jadi Prioritas

Everardus R. Kukuareyau Kepala Distrik MBJ
Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Everardus R. Kukuareyau / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh menatap transformasi kawasan Potoway Buru menjadi “kota kecil” baru di ujung barat Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan penguatan dari kampung menuju kawasan perkotaan yang mandiri dan produktif.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Everardus R. Kukuareyau, menegaskan pihaknya bersama masyarakat siap mendukung penuh rencana pengembangan tersebut. Karena menurutnya, Potoway Buru memiliki posisi strategis sekaligus potensi sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru.

“Konsep kota kecil ini merupakan bagian dari visi dan misi kepala daerah, yakni membangun dari kampung menuju kota. Kami di distrik siap mendukung sepenuhnya,” ujar Everardus dalam keterangannya di Potoway Buru, Senin (1/6/2026).

Saat ini, ujar Kadistrik, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Mimika tengah menyusun kajian pengembangan kawasan Potoway Buru.

Kantor Distrik Mimika Barat Jauh / Foto : EHO

Kajian ini menjadi dasar perencanaan pembangunan terintegrasi, mulai dari infrastruktur dasar hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Di balik rencana besar tersebut, persoalan dasar seperti akses air bersih masih menjadi pekerjaan rumah.

Saat ini, fasilitas air bersih baru tersedia di ibu kota distrik, sementara Potoway Kampung dan empat kampung lainnya belum terlayani.

Dikatakan, Pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan sarana air bersih pada 2025 lalu.

Distrik Mimika Barat Jauh berharap kunjungan TP-PKK Mimika ini dapat membantu mendorong percepatan realisasi program tersebut.

“Kami berharap program prioritas air bersih bisa menjangkau kampung-kampung, terutama Kampung Tapormai yang kondisinya sangat memprihatinkan,” beber Everardus.

Selain air bersih, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kunci utama pengembangan kawasan.

Tim teknis dari OPD terkait telah melakukan pengukuran untuk rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan Potoway Buru dengan Kapiraya hingga tersambung ke jalur trans Nabire – Timika.

Fasilitas pendukung layanan air bersih di Potoway Buru, Distrik Mimika Barat Jauh / Foto : EHO

Akses darat ini dinilai sangat penting untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong mobilitas barang dan orang.

Mimika Barat Jauh, khususnya Potoway Buru, dikenal memiliki potensi SDA yang melimpah. Hasil laut seperti ikan tenggiri, cakalang, hingga udang musiman menjadi andalan. Bahkan, di beberapa titik perairan Potoway Buru, lobster tersedia dalam jumlah besar.

Selain itu, hasil hutan seperti rusa, babi hutan, biawak hingga satwa khas seperti kus-kus (dikenal masyarakat Kamoro sebagai wakurupura) juga cukup melimpah. Namun, potensi tersebut belum tergarap optimal karena keterbatasan akses transportasi dan minimnya jaringan distribusi.

Masyarakat umumnya hanya memanfaatkan hasil alam saat ada pengepul yang datang.

“Kalau akses jalan sudah terbuka hingga Timika, otomatis akan mempermudah masyarakat menjual hasil sumber daya yang ada,” jelas Everardus.

Dengan dukungan kajian pemerintah, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi lokal, Potoway Buru diharapkan tumbuh menjadi simpul ekonomi baru di wilayah barat Mimika.

Transformasi ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat kampung yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses.

Jika terealisasi, Potoway Buru akan menjadi contoh nyata pembangunan berbasis kampung yang berkembang menjadi kawasan perkotaan baru di Papua Tengah.

EHO

Exit mobile version