as
as

Tingkatkan Partisipasi, KPU Gelar Sosialisasi Sasar Kelompok Pemilih Strategis di 3T

IMG 20240515 WA0009

Koreri.com, Sorong– Untuk meningkatkan partisipasi dan mengawal hasil pemilu serentak 2024 yang saat ini sedang bergulir di Mahkamah konstitusi Republik Indonesia serta tahapan pilkada yang sementara berlangsung, Komisi Pemilihan Umum menggelar sosialiasi bagi kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Agenda Nasional yang merupakan kolaborasi antara KPU RI dengan KPU Provinsi Papua Barat Daya itu melibatkan 100 peserta dari berbagai organisasi perempuan dan 18 partai politik dimana setiap organisasi mengutus 2 orang perwakilannya berlangsung di ruang Raja Ampat Aston Sorong, Selasa (14/5/2024).

Kegiatan sosialisasi ini dipandu oleh moderator yang saat ini menjabat sebagai Ketua STIE Bukit Zaitun Sorong Yohana Kamesrar menghadirkan dua Narasumber masing-masing Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati Tangka dan Komisioner KPU Papua Barat Daya Fatmawati.

IMG 20240515 WA0010Ketua KPU Papua Barat Daya Andarias Daniel Kambu dalam sambutannya saat membuka kegiatan sosialiasi bagi kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) mengatakan, tingkat partisipasi pemilih jadi indikator suksesnya pemilu suatu daerah.

“Meski Provisi Papua Barat Daya juga masuk kategori Provinsi 3T dalam Pemilu, namun terus berupaya meningkatkan kualitas partisipasi pemilih melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih secara berkesinambungan agar masyarat memiliki pemahaman dan kesadaran akan hak dan kewajibannya,” ungkapnya.

Diketetahui jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Propinsi Papua Barat Daya sebesar 440.826 Orang dan setengahnya adalah perempuan.

Sementara Sekjen koalisi perempuan Indonesia Mike Verawati Tangka mengatakan, pemilih strategis seperti perempuan, masyarakat adat dan kelompok yang selama ini dianggap kurang mendapat akses karena domisilinya di daerah 3T.

“Proses ini merupakan pasca pemilu, artinya partisipasi pemilih perempuan cukup pada pemilu 2024 kemarin, nah perlu didorong untuk mengawal proses PHPU legislatif hingga keputusannya, dan bagaimana persiapan perempuan menghadapi pilkada nanti,” ujarnya.

Sedangkan Kordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Papua Barat Daya Fatmawati berharap dengan sosialisasi ini para peserta dapat ikut memantau tahapan pemilu ini sampai selesai.

“Partisipasi perempuan dalam proses demokrasi pada pemilu lalu terus berlanjut di Pilkada serentak nanti, semoga kegiatan sosiasliasi seperti ini segmen perempuan bisa tercerahkan lagi,” harap Fatmawati.

Ditambahkan Kepala Biro dan Hubungan Masyarakat KPU RI yang juga ketua panitia pelaksana kegiatan ini, Dohardo Pakpahan, kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan, keahlian dan perilaku bagi segmen pemilih perempuan dan pengurus parpol untuk bersama-sama dengan KPU melakukan internalisasi, sosialisasi dan eksternalisasi terkait pemilu dan demokrasi.

“Literasi menyangkut Pemilu dan partisipasi masyarakat dibutuhkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah pemilih yang memberikan suaranya di TPS pada saat pemungutan suara, tetapi juga dimaksudkan agar masyarakat tetap terlibat aktif dalam keseluruhan periodesasi pemilu (pra pemilu, penyelengaraan pemilu dan pasca pemilu),” terangnya.

KENN

as

as