as
as

Survei Elektabilitas Tokoh Joko Lingara Ungguli Matret Kokop : “Kaget dan Menarik”

Survei Cawabup Telbin Charta Politika

Koreri.com, Bintuni – Hasil survei elektabilitas tokoh yang dirilis lembaga survei Charta Politika Indonesia terhadap sejumlah figur calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat yang akan bertarung pada Pilkada serentak 27 November 2024 mendatang menjadi sorotan publik.

Dari hasil survei elektabilitas tokoh, Yohanis Manibuy menempati posisi teratas dengan presentase 42,3%.

Menyusul kemudian, Daniel Asmorom (13%), Ayor Kosepa (11%), Robert Manibuy (5,8%) dan Alimudin Baeddu (5,5%).

Sedangkan bakal calon Wakil Bupati 5 teratas ditempati Alimudin Baeddu (52,8 %), Joko Lingara (20,8 %), Matret Kokop (5,5 %), Markus Maboro (3,3 %) dan Robert Manibuy (2,8 %).

Menariknya, elektabilitas tokoh calon Wabup Joko Lingara 20,8 % mengungguli Matret Kokop yang saat ini masih menjabat sebagai Wabup Teluk Bintuni petahana dua periode yang hanya mencapai 5,5 %.

Konsultan Politik Petrus Kasihiw – Matret Kokop (PMK2) dua periode Syamsudin Seknun, S.Sos., S.H., M.H merasa kaget dan tertarik untuk dikaji hasil elektabilitas tokoh dari lembaga survei yang kredibel ini.

“Kami merasa cukup kaget dan menarik karena elektabilitas tokoh Joko Lingara berada di peringkat kedua dengan angka 20,8 % sedangkan Matret Kokop peringkat ketiga dengan angka hanya 5,5 % padahal Pak Matret ini Wakil Bupati petahana dua periode, nah ini cukup menarik data yang disajikan dari teman-teman Charta Politika,” sahut Syamsudin Seknun kepada awak media, Minggu (9/6/2024).

Lebih lanjut dijelaskan Sase bahwa terkait dengan tingkat kepuasan masyarakat Teluk Bintuni terhadap kepemimpinan Matret Kokop sebagai Wabup Teluk Bintuni mendampingi Bupati Petrus Kasihiw cukup tinggi, data ini berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi saat ini.

Jika dilihat dari kepuasan pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni kepemimpinan Petrus Kasihiw – Matret Kokop maka cukup puasa berada diangka 48,8 % kemudian sangat puas 5,5 %, kurang puasa 36,0 % dan tidak puas 8,3 %.

Selain itu analisa politik dari politisi NasDem ini bahwa hasil survey ketetapan pemilih yang dirilis Charta Politika Indonesia, pemilih Teluk Bintuni yang sudah mantapkan pilihannya sebanyak 40,3 % sedangkan yang masih mungkin berubah pilihan alias belum konsisten 41,8 % sementara yang belum memberikan  jawaban 18,0 %.

“Maka dipastikan bahwa elektabilitas para calon Bupati dan Wakil Bupati yang dipresentasikan lembaga survei Charta Politika Indonesia itu masih labil karena yang masih mungkin berubah atau dirubah itu 41,8 % lebih tinggi dari pemilih yang mantapkan pilihannya 40,3 % sedangkan belum memilih 18,0 %, jadi bagi kami hasil survey ini biasa saja tidak ada yang luar biasa karena pasangan calon kepala daerah yang bermunculan di publik belum final semua,” ujarnya.

KENN

as

as