Kesan Tersendiri Bupati Kasihiw Memaknai Kunjungan Paus di Indonesia

Bupati Teluk Bintuni Dr. Ir. Petrus Kasihiw, MT / Foto : Ist
Bupati Teluk Bintuni Dr. Ir. Petrus Kasihiw, MT / Foto : Ist

Koreri.com, Bintuni – Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus melakukan perjalanan Apostolik ke kawasan Asia Tenggara.

Indonesia jadi negara yang pertama dikunjungi dalam Perjalanan Apostolik ke-45 Paus Fransiskus.

Paus tiba di Indonesia sejak Selasa (3/9/2024) dan dijadwalkan akan melakukan sederet kegiatan hingga 5 September 2024, dan akan bertolak melanjutkan Perjalan Apostolik ke Papua Nugini pada 6 September 2024.

Kunjungan ini tentu memberikan kesan juga kebanggaan tersendiri bagi sejumlah kalangan di negeri ini, salah satu diantaranya Bupati Teluk Bintuni Dr. Ir. Petrus Kasihiw, MT.

Ia turut merasakan kebanggaan yang mendalam atas kedatangan Paus Fransiskus.

“Kami sebagai warga Gereja Katolik, kami merasa satu kebanggaan dan kerinduan karena gembala kami Sri Paus Fransiskus berkenan melawat gembala-gembala di Indonesia. Dan kunjungan Sri Paus ini adalah kunjungan kerasulan artinya beliau dalam kapasitas sebagai kepala gereja Katolik di seluruh dunia kemudian berkunjung menemui umatnya yang ada di Indonesia,” ungkapnya, Rabu (4/9/2024).

Bagi Petrus, walaupun di Indonesia umat Katolik itu jumlah sedikit saja, tetapi kehadiran Sri Paus itu merupakan satu kunjungan yang penuh monumental.

“Ini Paus ke 3 yang berkunjung ke Indonesia. Dan kenapa para Paus itu berkunjung ke Indonesia? Karena mereka melihat bahwa Indonesia itu satu negara yang berbeda dengan yang lain. Negara ini memiliki keberagaman yang tinggi, banyak suku, agama dan ras namun bisa hidup dalam satu kesatuan,” bebernya.

Kunjungan Paus ini juga akan mengangkat nama Indonesia ke tingkat dunia sebagai salah satu negara yang paling menghargai perbedaan atau pluralisme.

“Sehingga dunia akan melihat bahwa inilah contoh negara yang bisa menghargai setiap perbedaan-perbedaan itu sebagai karunia dari Tuhan Yang Mahakuasa. Itu yang paling penting dari kehadiran Paus di Indonesia kali ini,” sambungnya.

Diakui Bupati Kasihiw, karena kunjungan Paus tidak hanya dalam kapasitas sebagai kepala gereja Katolik saja tapi juga pemimpin negara Vatikan sehingga peraturan protokol kenegaraan tetap berlaku.

“Beliau orangnya hidup sederhana sehingga dia tidak mau hadir dengan kemewahan- kemewahan. Ini contoh supaya kita semua belajar, sebagai pemimpin, sebagai orang-orang yang ke depan bisa memberikan contoh bagi masyarakat, kita juga hidup sederhana, tidak hidup berfoya-foya ataupun menyombongkan diri dengan pangkat dan jabatan karena semua itu pun pada akhirnya akan berakhir,” imbuhnya.

Calon Wakil Gubernur Papua Barat Daya ini juga mengingatkan bahwa kekuasaan, kemegahan, hingga harta benda itu ada batasnya.

“Jadi mengingatkan kita manusia untuk hidup tidak hanya memikirkan masalah dunia tapi bagaimana di akhirat nanti. Itu pandangan saya sebagai salah satu warga Katolik yang bisa melihat bagaimana kunjungan Paus bagi kita sebagai warga negara juga sebagai umat Katolik di Indonesia,” pungkasnya.

KENN