Koreri.com, Sorong – Wakil Wali Kota Sorong H. Anshar Karim, A.Md yang merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) berbelot ke Partai Demokrat.
Pasca bergabung dengan partai politik besutan AHY itu, Anshar Karim resmi ditunjuk menahkodai Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Sorong.
Tugas baru tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Demokrat nomor: 05/SK/DPP.PD/DPC/V/2025 tentang Pergantian Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang ditandatangani Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dan Sekjen Herman Khaeron.
SK DPP Partai Demokrat tertanggal 14 Mei 2025 tersebut juga menegaskan Anshar Karim menggantikan Plt Ketua DPC Demokrat sebelumnya Selestinus Paundanan.
PAN sebelumnya mejadikan Ashar Karim sebagai kader dan mengusung berpasangan dengan Septinus Lobat saat bertarung di Pilkada Kota Sorong tahun 2024 lalu.
Untuk diketahui pasangan Septinus Lobat – H. Anshar Karim diusung koalisi PAN, NasDem, PSI dan Partai Buruh sebagai peserta Pilkada serentak 2024 melawan tiga pasangan yang diusung parpol lainnya.
Terkait itu, Ketua DPD PAN Kota Sorong Muhammad Rofiq, S.E yang ditemui awak media di kediaamanya, Rabu (22/5/2025) membenarkan jika Anshar Karim pernah menjadi anggota PAN.
Anshar Karim masuk PAN sejak 11 Juni 2024, tepatnya setelah penetapan perolehan kursi Parpol hasil Pemilihan legelatif oleh KPU setempat.

Rifiq juga mengungkapkan sikap PAN setelah Anshar Karim lompat ke Partai Demokrat.
Menurut Rofiq, memilih menjadi anggota partai politik manapun adalah hak prerogatif setiap warga negara Indonesia.
“Sementara terkait menyalahi etika politik atau tidak, biarkan saja masyarakat yang menilainya,” tegasnya.
Namun politisi senior PAN ini kembali menegaskan bahwa pasangan Septinus Lobat – Anshar Karim harusnya lebih fokus untuk memenuhi janji-janji politiknya saat kampanye, karena tugas Wali Kota dan Wawali cukup berat.
“Kami semua sebagai partai pengusung berharap Wakil Wali Kota fokus dan serius memenuhi janji politik saat kampanye,” imbuhnya.
Menurut Rofiq, posisi Wawali cukup berat untuk memenuhi janji-janji politiknya dan sebagai partai pengusung merasa terbebani secara moral, jika pasangan yang diusungnya tidak mampu memuaskan rakyat sesuai janji politiknya.
“Sebagai partai pengusung berharap Anshar Karim lebih serius dan kerja keras agar semua partai yang mengusungnya merasa puas dan tidak salah mengusung, “ imbuhnya.
Menindaklanjuti sikap politik Anshar Karim tersebut, DPD PAN Kota Sorong akan melakukan koordinasi secara interal ke DPP PAN di Jakarta dalam waktu dekat.
KENN
































