Koreri.com, Sorong – Universitas Muhammadiyah (Unamin) Sorong melalui program studi pasca sarjana menggelar ujian tesis bagi mahasiswa akhir Magister Hukum Angkatan Kedua di kampus setempat, Papua Barat Daya, Sabtu (24/5/2025).
Ujian tesis tersebut diikuti 11 mahasiswa yang dibagi kedalam dua gelombang ujian.
Adapun pengujinya sebanyak 5 orang bergelar doktor, terdiri dari Doktor bidang Hukum 4 orang dan Doktor Ilmu Sosial dan Politik 1 orang.
“Hari ini ada 6 mahasiswa yang ikut ujian tesis gelombang pertama dan nanti sisanya gelombang kedua pada 31 Mei mendatang,” ungkap Ketua Prodi Pasca Sarjana Fakultas Hukum Unamin Sorong, Dr. Dwi Markus, S.H, M.Kn, di Sorong.
Dikatakannya, ujian tesis tahun ini menjadi salah satu syarat akademis sebelum wisuda yang didahului seminar judul dan seminar proposal.
Dwi berharap selain gelar yang didapat oleh mahasiswa, sebagai pendidik, pengajar, pengelola dan penguji, mahasiswa bergelar magister harus memiliki beban moril dan akademik terhadap gelar S2.
“Tentu level sarjana dengan S2 berbeda. Kalau S1 terkait pengetahuan dan S2 terkait pengembangan. Sehingga memahami tentang kegunaan gelar magister hukum dan semoga bisa mengembangkan ilmu agar masyarakat merasakan ilmu yang didapatkan selama berkuliah disini,” harap Dwi.
Prodi Magister Hukum Unamin Sorong telah berdiri sejak 2020 lalu dan terhitung tahun ini memasuki angkatan keempat. Dimana minat masyarakat berkuliah S2 Hukum di Unamin terus meningkat.
“Peminat di Unamin Sorong terus meningkat. Dimana angkatan pertama 12 orang, angkatan kedua 20 orang dan angkatan ketiga 62 orang termasuk 46 orang mahasiswa kelas kerjasama pemda provinsi Papua Barat Daya,” pungkasnya.
Salah satu mahasiswa akhir, Yusup Kareth yang kesehariannya bekerja ASN di Pemkab Maybrat mengaku memilih memilih Unamin Sorong untuk melanjutkan studi S2nya karena efisiensi, hemat waktu dan biaya.
“Puji Tuhan saat ini sudah 95 persen pada proses akhir perkuliahan setelah 2 tahun berkuliah disini. Ujian tesis ini adalah syarat mengakhiri studi di magister ilmu hukum,” ujar Yusup
Ia berharap usai proses perkuliahan magister ilmu hukum, Ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengontrol dan mengawal setiap regulasi yang dikeluarkan institusi otonom dan vertikal agar dapat berjalan sesuai asas yuridis normatif sesuai undang undang dan peraturan yang ada.
Adapun mahasiswa yang mengikuti ujian tesis gelombang pertama adalah Aji Triantoro, David Lobo, Jhordyan Pakiding, Olha Irianti Mulalinda, Suparto dan Yusup Kareth.
Sementara mahasiswa yang dijadwalkan akan mengikuti ujian tesis gelombang kedua adalah Eka Agung, Sitti Fausia Jamaludin, Yan Piet Homer dan Yulius Kartikojati.
RED
