Koreri. com, Ambon – Pagi itu langit Ambon masih teduh ketika saya melangkah menuju Hotel Grand Avira yang menjadi Lokasi kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Maluku dilaksanakan.
Tema acaranya “Menguatkan Pondasi, Meneguhkan Peran” seakan sudah berbicara sebelum saya diberikan kesempatan untuk memberikan pesan dan sambutan sebagai sebuah pengingat bahwa menjadi Muslimah berarti terus belajar, bertumbuh, dan memberi manfaat.
Di ruangan yang hangat oleh senyum para pengurus, saya bertemu dengan banyak wajah yang penuh semangat. Ada Bapak H. Hijerin Aliah, S.Ag., M.H., Bimas Islam Kanwil Kemenag Maluku yang mewakili Kakanwil, Ustadzah Sion Payapo sebagai narasumber juga Ibu Rostina Hasyim salah satu Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ketua ketua Ormus, dan pengurus Salimah Propinsi dan kabupaten dan kota Ambon.
Sambutan dari Kanwil yang diwakili oleh Bimas Islam mengingatkan kami bahwa Salimah adalah wadah persaudaraan — ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah — yang siap berkontribusi untuk masyarakat, termasuk dalam pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting.
Ketika tiba giliran saya berbicara, saya memilih untuk memulai dengan sebuah perumpamaan. Saya berkata, “Meningkatkan kapasitas diri itu seperti mengasah pedang, memoles wajan, atau mengecat rumah. Bukan semata-mata untuk mempercantik tampilan luar, tetapi agar kita semakin kuat, tajam, dan bermanfaat.”
Saya lalu mengajak kita merenungkan QS Ibrahim ayat 24–26:
Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah ṭayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit, dan menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan untuk manusia agar mereka mengambil pelajaran.
(Adapun) perumpamaan kalimah khabīṡah seperti pohon yang buruk, akar-akarnya telah dicabut dari permukaan bumi, (dan) tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.
Catatan Harian
Ambon, Ahad 3 Agustus 2025




























