as

HUT PI ke 98, Suku Besar Moi Bersyukur dan Berterima Kasih

Christofel Su Ikatan Kaluarga Besar Su se Sorong Raya
Ketua Ikatan Kaluarga Besar Su se-Sorong Raya Christofel Su / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Hanya dengan kata Tuhan Yesus Baik sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih yang tak terhingga. Karena kemurahan-Nya, sehingga keselamatan diterima suku besar Moi bersama masyarakat yang mendiami tanah Maladum.

Ketua Ikatan Kaluarga Besar Su se-Sorong Raya Christofel Su mengatakan suku besar Moi adalah pemilik Tanah di Kota dan Kabupaten Sorong telah menerima Injil sebagai kebenaran yang memerdekakan.

“Karena atas perkenalannya pada hari ini tanggal 27 Oktober 2025, kami boleh merayakan 98 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Moi dengan sukacita, dihadiri sekitar 2000 orang dengan penuh antusias untuk mengikuti dan merasakan Roh Kudus dari Tuhan di atas tanah ini,” ungkapnya kepada media ini disela-sela ibadah HUT PI ke-98 di Tanah Malamoi, Kota Sorong, Senin (27/10/2025).

Dia bercerita bahwa pada 1927 silam, Injil Kristus yang adalah terang itu dibawa masuk ke pesisir pantai Tanah Moi tepatnya di tepi pantai Manoi oleh Pdt. Baltazar W. Wagunu, penginjil asli suku Sanger Sulawesi Utara.

Kehadiran Pdt Baltazar yang dikirim Zending telah menjadi tonggak sejarah peradaban Injil Kristus di Tanah Maladum.

Christ sedikit berkisah pada 1927 silam, sebenarnya Injil yang dibawa sudah sampai sehari sebelumnya yakni tanggal 26 Oktober 1927, bukan 27 Oktober 1927.

“Tapi pada saat ini, pendahulu kami bersih keras tidak mau menerima kedatangan pendaratan Injil karena menganggap Injil itu adalah KASIH, maka semua alam dan isi hutannya akan hilang karena diberikan kepada orang lain. Sesuai dasar Firman Tuhan itu sendiri yang adalah KASIH,” tuturnya.

“Namun dengan Kuasa Roh kudus dari Tuhan yang mengubah kembali pikiran orang-orang tua itu sehingga mereka boleh sadar, paham dan mengerti apa maksud Injil itu sendiri, maka Pdt. Baltazar W. Wagunu pada keesokan harinya bisa masuk sandar dengan Perahunnya untuk memberitakan Pekabaran Injil itu, maka jadilah perayaan HUT PI di Tanah Moi tepatnya anggall 27 Oktober, sehingga sampai sekarang terus kami merayakannya dan dua tahun kemudian lagi, kami akan memasuki perayan 100 tahun atau satu abadnya,” tukasnya.

KENN