Masyarakat IMEKKO Dorong DOB hingga Pengaktifan RS Pratama, Ini Respon GKD

IMG 20251224 WA00392
Anggota DPRP PBD George K. Dedaida, S.Hut.,M.Si menggelar Reses III tahun 2025 di Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPRP PBD) melaksanakan reses III tahun 2025 di daerah pemilihan (Dapil) dan daerah pengangkatan (Dapeng) masing-masing.

Kegiatan reses III yang dimulai sejak tanggal 17 – 24 Desember 2025 ini, para wakil rakyat melakukan penjaringan aspirasi dari setiap konstituennya untuk diperjuangan bersama eksekutif dalam program pemerintah di 2026 mendatang.

Anggota DPRP PBD George Karel Dedaida, S.Hut., M.Si menjaring asipirasi masyarakat di Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan.

Sejumlah keluhan masyarakat Inanwatan, Metamani, Kais dan Kokoda disampaikan dalam reses III Anggota Fraksi Otsus DPRP PBD itu.

Ada tiga hal penting dan urgen yang didorong masyarakat yaitu percepatan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) IMEKKO, pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Ibukota Kabupaten Sorong Selatan dengan Inanwatan serta pengaktifan kembali pengoprasian Rumah Sakit Pratama Distrik Inanwatan.

Dedaida kepada Koreri.com melalui telepon selulernya, Rabu (24/12/2025) merincikan, aspirasi yang disampaikan terkait dengan pelayanan kesehatan dimana masyarakat meminta agar RS Pratama di Distrik Inawatan segera diaktifkan.

Diakuinya bahwa ada beberapa persoalan yang selama ini menghambat operasional rumah sakit tersebut.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersinergi guna menyelesaikan persoalan ini, sehingga Rumah Sakit Pratama Inanwatan dapat menjadi rumah sakit rujukan bagi beberapa distrik di wilayah pesisir dan wilayah Imekko,” sebut Legislator yang akrab disapa GKD ini.

Hal lainnya yang juga sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah IMEKKO yaitu, pembangunan jalan darat. Mereka telah berkomitmen dan berharap agar jalan darat dapat tersambung dari Kais menuju Odiari, termasuk jalur dari Moswaren, Kais, hingga Odiari dan wilayah pantai.

Menurut legislator muda asli Papua itu bahwa jalan dimaksud sangat vital bagi mobilitas, ekonomi, dan pelayanan dasar masyarakat sehingga mereka berharap dapat diprogramkan dan direalisasikan oleh Pemerintah dalam waktu dekat.

Masyarakat setempat juga mendorong percepatan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) IMEKKO diharapkan keseriusan Sorong Selatan sebagai kabupaten induk dan Provinsi Papua Barat Daya untuk mewujudkan aspirasi ini di 2026 nanti.

Selain itu lanjut George Dedaida, masyarakat menyampaikan persoalan debit air sungai yang terus meningkat hingga telah merendam rumah-rumah warga, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya. Mereka minta adanya solusi konkret dari pemerintah agar air tidak lagi meluap dan menutupi permukiman warga.

Mereka menawarkan normalisasi kali untuk mengatasi genangan air dilakukan penggalian kembali di bagian muara.

“Saat ini terjadi pendangkalan dan abrasi, sehingga aliran air terhambat dan kembali menggenangi permukiman warga,” ungkapnya.

Kemudian air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, dimana selama puluhan tahun masyarakat di wilayah ini masih bergantung pada air hujan dan air keruh yang disaring secara manual.

“Mereka berharap persoalan air bersih ini menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten maupun provinsi, karena kondisi tersebut sudah berlangsung sangat lama dan perlu segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sebagian masyarakat di wilayah Inanwatan dan sekitarnya menggantungkan hidup dari hasil udang juga menyampaikan keluhan terkait harga jual yang tidak sesuai harapan.

Para nelayan meminta Pemerintah dapat menetapkan harga udang yang lebih layak agar ekonomi masyarakat dapat terbantu.

“Jika memungkinkan, hal ini dapat diatur melalui Peraturan Bupati atau Peraturan Daerah Kabupaten,” pintanya.

Ada juga beberapa fasilitas umum serta rumah-rumah warga sudah mulai rusak dan membutuhkan perhatian serta dorongan pembangunan dari pemerintah.

Pada kesempatan itu Mama-mama Papua mengusulkan agar pemerintah membangun pasar di pinggir kampung atau di sepanjang jalan sehingga mereka dapat menjual hasil kebun dan kerajinan tangan dengan lebih mudah dan layak.

Para pemuda mengusulkan pembangunan lapangan voli, lapangan sepak bola, dan lapangan basket.

Mereka berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat bersinergi dalam menyediakan fasilitas olahraga untuk mendukung kegiatan positif generasi muda di kampung.

KENN