BLKK Yayasan Atap Senja Papua Resmi Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi

IMG 20260129 WA0013

Koreri.com Sorong – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Yayasan Atap Senja Papua secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan Multimedia Desain Grafis yang telah dilaksanakan sejak 16 Desember 2025 hingga akhir Januari 2026.

Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan pelatihan berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Kegiatan penutupan pelatihan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM PBD, Suroso, S.IP., MA, beserta jajaran, pengelola BLKK, instruktur, dan para peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Suroso menyampaikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan oleh BLKK Yayasan Atap Senja Papua ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan penguatan khususnya Orang Asli Papua (OAP) agar memiliki keterampilan, kompetensi, dan daya saing di dunia kerja.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung lembaga pelatihan masyarakat yang konsisten meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BLKK Yayasan Atap Senja Papua, Yustanto, dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM, atas dukungan yang telah diberikan sehingga pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik.

Yustanto menjelaskan bahwa Yayasan Atap Senja Papua merupakan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan keagamaan, sehingga melalui pelaksanaan pelatihan BLK Komunitas ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama Orang Asli Papua.

“Pelatihan BLK Komunitas yang kami laksanakan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Dengan berakhirnya kegiatan pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.

RLS