RS Sele be Solu Dapat Tambahan Sejumlah Fasilitas, Kapasitas Inap Jadi 180 Tempat Tidur

Fasilitas 4 Tempat Tidur Pasien di Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong/Foto : Suzan
Fasilitas 4 Tempat Tidur Pasien di Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong/Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Wali Kota Septinus Lobat meresmikan gedung kelas rawat inap standar (KRIS), ruang kamar VIP dan gedung unit pengelola darah (UPD) di Rumah Sakit Sele Be Solu, Kota Sorong, Rabu (11/2/2026).

Sekaligus penyerahan satu unit mobil ambulance untuk fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Sorong tersebut.

Ruang-ruang pada gedung rawat inap ini dilengkapi dengan prasarana kesehatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 dengan sumber daya manusia (SDM) berupa tenaga medis dan tenaga kesehatan yaitu dokter hingga tenaga ahli yang telah siap sedia untuk menggunakan fasilitas yang ada.

IMG 20260211 WA0050Wali Kota dalam pernyataannya mengatakan untuk RS Sele be Solu dari tahun ke tahun tetap menjadi prioritaskan pihaknya untuk dilengkapi juga ditingkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.

“Saya bersyukur dan mengapresiasi pihak Rumah Sakit Sele Be Solu yang berhasil melobi mendapatkan dana DAK untuk penambahan fasilitas Kesehatan. Karena jika kita mengandalkan APBD agak susah,” akuinya.

Direktur RS drg. Susi Petronela Jitmau, MPH mengatakan ini adalah pencapaian yang melegakan karena menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya di tahun-tahun sebelumnya.

“Tapi hari ini dapat terealisasikan dengan baik yaitu berupa penambahan gedung kelas rawat standar dengan 64 tempat tidur yang berarti menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit sele be Solu yang tadinya berjumlah 154 menjadi 180 tempat tidur. Termasuk adanya gedung transfusi darah,” rincinya.

IMG 20260211 WA0049Susi mengakui dengan penambahan sarana tersebut menjadikan status RS Sele be Solu yang tadinya pratama telah naik kelas atau diupgrade dari Kementerian Kesehatan RI menjadi madya.

Untuk tenaga dokter spesialis yang ada di RS Sele be Solu kini berjumlah 30 orang.

Susi menegaskan pula bahwa keberadaan ruang KRIS telah mengikuti instruksi dari Kemenkes untuk menyediakan 60 persen ruang rawat standar yang bertujuan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi para pasien.

Susi bersyukur dengan adanya fasilitas baru yang secara bertahap akan ditingkatkan baik pemenuhan tenaga medis hingga alat kesehatan dan arahnya harus paripurna. Karena sekarang rujukan yang baru itu berbasis kompetensi.

“Kami berharap dukungan dan perhatian dari Pemerintah daerah agar menunjukkan kepedulian bagi para dokter dan nakes demi memenuhi kesejahteraan mereka,” pungkasnya.

ZAN