Koreri.com, Sorong – Senator Agustinus R. Kambuaya (ARK) menyikapi konflik bersenjata yang terjadi berturut-turut di Tanah Papua, khususnya Papua Barat Daya.
Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya ini, menyoroti perhatian negara bahkan media nasional yang cenderung dominan membahas bahkan mengecam perang Iran Vs Israel. Konsentrasi, perhatian bahkan solidaritas nasional di galang. Aksi kemanusian terus di lakukan.
Konsentrasi, perhatian bahkan solidaritas nasional digalang. Aksi kemanusian terus dilakukan.
Sementara ditengah konflik itu, terjadi penembakan di Papua Pegunungan, 20 ribu pengungsi kabur meninggalkan kampung halaman.
Di Papua Barat Daya, penembakan dan pengungsi Kisor sejak 5 Tahun terakhir tetap berada dalam ketidakpastian.
Malah aksi kemanusian mengirim bahan pangan, sumbangan anggaran terus dilakukan kepada Palestina, jepada Gaza dan lain-lain.
“Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, apakah orang asli Papua juga bagian dari NKRI atau bukan..?” tanyanya.
Masyarakat Indonesia bicara soal persatuan “berbusa-busa” di media, sementara pengungsi Nduga, Maybrat Kisor tidak pernah ada pengalangan solidaritas nasional.
Posisi Papua sangat penting dan strategis bagi NKRI. Freeport, BP, Petrocina, Perusahan Tambang, Sawit, Ilegal Loging, Ilegal Fishing telah menyumbang banyak kepada rakyat NKRI yang hobi dan suka peduli kepada negara lain.
Papua memberikan kontribusi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia melalui pendapatan negara.
Berdasarkan data per Desember 2024, realisasi pendapatan negara di Provinsi Papua mencatatkan angka sebesar Rp18,24 triliun atau 147,55% dari target yang ditetapkan.
Saatnya Presiden dan lembaga tinggi negara harus serius mengurus Papua.
“Daripada sibuk menawarkan diri menjadi Juru Damai bagi Konflik Iran, mari mencari format penyelesain konflik bersenjata di Papua secara damai dan permanen,” desaknya keras.
Konflik dan pengungsi di Tanah Papua sudah seperti hal biasa yang berlalu dan dibiarkan begitu saja. Harus ada kemauan politik dari pihak-pihak yang berkonflk.Jika tidak, konflik akan terus menjadi duri dalam daging, kerikil dalam sepatu dan menghambat semua agenda pembangunan di Tanah Papua.
Damai itu indah, dan damai harus di kerjakan dari level tertinggi Negara yaitu Presiden Prabowo.
Jika Prabowo berhasil, maka akan menjadi modal untuk menawarkan diri jadi juru damai intetnasional. Bahkan kedepan bisa menjadi SEKJEN PBB.
RED
