Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memperkuat sektor pendidikan sebagai program prioritas pada 2026–2027.
Salah satu terobosan yang dinilai memberi dampak nyata adalah penerapan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH).
Bupati Johannes Rettob, menjelaskan bahwa uji coba program tersebut telah dilakukan sejak 2025 di dua sekolah, yakni SD YPPK Kokonao dan SD Negeri Kokonao, dengan hasil yang cukup menggembirakan.
Menurutnya, konsep SSH dirancang untuk membentuk kebiasaan belajar yang lebih terstruktur sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar siswa selama berada di lingkungan sekolah.
Dalam penerapannya, siswa mengikuti kegiatan sejak pagi hingga sore hari, mulai dari aktivitas kebersihan diri, makan bersama, pembelajaran, hingga kegiatan ekstrakurikuler.
“Anak-anak datang ke sekolah, mandi, makan, belajar, hingga mengikuti kegiatan tambahan sebelum pulang. Ini memberikan manfaat besar bagi perkembangan mereka,” ujar Bupati Johannes Rettob dalam keterangannya disela-sela Musrenbag di Aula Bappeda, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, pola SSH memiliki kemiripan dengan sistem asrama, namun tidak mengharuskan siswa tinggal menetap di sekolah. Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel, sekaligus tetap menjaga kedekatan anak dengan keluarga.
Selain itu, Pemkab Mimika menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian yang merata bagi seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Tidak ada perbedaan perlakuan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Semua sekolah memiliki peran yang sama dalam mendidik anak-anak Mimika. Pemerintah hadir untuk mendukung, tanpa membedakan status pengelolaan,” tegasnya.
Pada 2025, Pemkab Mimika juga telah melaksanakan program revitalisasi terhadap sembilan sekolah sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan sarana pendidikan. Menariknya, sebagian besar sekolah yang mendapatkan program tersebut merupakan sekolah swasta.
Untuk 2026, Pemerintah daerah kembali mengusulkan revitalisasi terhadap 30 sekolah. Meski kuota yang diterima diperkirakan tidak mencapai jumlah tersebut, upaya tersebut menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam pemerataan fasilitas pendidikan.
Melalui berbagai program ini, Pemkab Mimika menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
“Pada prinsipnya, tugas pemerintah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dan itu menjadi komitmen kami di Mimika,” pungkas Bupati.
EHO
