Ranwal RKPD 2027: Pemkab Mimika Prioritas Bangun dari Kampung ke Kota

Bupati JR Ranwal RKPD 2027 Pemkab Mimika
Bupati Mimika Johannes Rettob / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mulai mematangkan Rencana Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 dengan menegaskan arah pembangunan yang berpijak dari kampung menuju kota.

Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pemerataan pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke wilayah pedalaman dan pesisir.

Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa tahun kedua pelaksanaan visi-misi pemerintahannya akan difokuskan pada pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat di kampung-kampung.

Seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta turun langsung ke lapangan guna memastikan program yang disusun benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

“Setiap program harus jelas indikatornya, terukur, dan bisa dievaluasi dampaknya. Kita tidak ingin lagi ada program yang tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Bupati Rettob saat membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah di Aula Bappeda Mimika, Papua Tengah, Kamis (26/3/2026).

Dalam arah kebijakan Ranwal RKPD tersebut, pemerintah menekankan pentingnya perencanaan berbasis hasil (result oriented), dengan memperhatikan output, manfaat (benefit), hingga dampak (outcome) dari setiap program pembangunan.

Selain itu, Pemkab Mimika juga mulai melakukan penataan kelembagaan, salah satunya dengan memisahkan urusan pariwisata dan kebudayaan dari pemuda dan olahraga.

Langkah ini diambil agar sektor pariwisata dan kebudayaan dapat menjadi fokus baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau pariwisata berkembang, maka akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Begitu juga dengan event olahraga yang mampu menarik kunjungan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Di sektor ekonomi kerakyatan, pertumbuhan UMKM yang mencapai hampir 15 ribu unit usaha baru pada 2025 menjadi catatan positif. Pemerintah berharap tren ini terus didorong melalui inovasi program dari masing-masing OPD agar ekonomi masyarakat semakin hidup dan mandiri.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, khususnya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Sejumlah ruas strategis direncanakan akan dibangun secara bertahap, termasuk akses yang menghubungkan Kapiraya–Timika–Fakafuku–Agimuga hingga Jita.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan PT Freeport Indonesia dalam pembangunan ruas jalan yang melintasi area konsesi perusahaan, dengan skema kolaborasi dan pelaksanaan proyek multi-years yang lebih efektif dan tepat waktu.

Di bidang pelayanan dasar, Pemkab Mimika menargetkan peningkatan akses kesehatan dan pendidikan.

Fasilitas kesehatan akan lebih didekatkan ke masyarakat, terutama di wilayah pegunungan dan pesisir yang selama ini sulit dijangkau.

Untuk sektor pendidikan, pemerintah akan memperkuat keberadaan PAUD dan TK sebagai bagian dari implementasi kebijakan wajib belajar 13 tahun. Pendataan dan pembangunan fasilitas pendidikan anak usia dini akan diprioritaskan, terutama di distrik yang masih minim layanan tersebut.

Tak hanya itu, peningkatan layanan kesehatan juga diarahkan pada penguatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai pusat rujukan, termasuk rencana pengadaan fasilitas medis modern seperti MRI yang ditargetkan terealisasi pada 2027.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Rettob menekankan pentingnya reformasi birokrasi sebagai fondasi utama pelayanan publik. Ia meminta seluruh OPD memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing agar tidak terjadi tumpang tindih program.

“Kalau birokrasi kita baik, maka pelayanan kepada masyarakat pasti ikut baik. Ini yang terus kita benahi,” tegasnya.

Lebih lanjut, sinergi lintas sektor juga menjadi perhatian, baik dengan DPRD, TNI-Polri, tokoh agama, maupun masyarakat. Pemerintah berharap tercipta stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial sebagai penopang pembangunan daerah.

Melalui forum Ranwal RKPD ini, Pemkab Mimika menargetkan lahirnya program-program prioritas yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Seluruh OPD diminta menyusun perencanaan secara matang, tanpa ego sektoral, serta mengedepankan kolaborasi demi percepatan pembangunan daerah.

“Tujuan kita satu, yaitu mewujudkan masyarakat Mimika yang sehat, cerdas, aman, dan sejahtera,” pungkas Bupati.

EHO

Exit mobile version