Bupati Mote: Dana Otsus Jadi Kekuatan Bangun Tanah Papua dari 3T hingga Jadi Maju

IMG 20260512 WA0034

Koreri.com, Timika – Bupati Waropen Fransiskus Xaverius Mote, menegaskan pembangunan di Tanah Papua harus dilakukan secara bersama melalui semangat persatuan antardaerah, dengan memanfaatkan dana otonomi khusus (Otsus) dan potensi unggulan masing-masing kabupaten.

Mewakili asosiasi Bupati se-Tanah Papua, FX Mote mengatakan forum para kepala daerah telah membangun kesamaan cara berpikir untuk mewujudkan Papua yang maju, sehat, cerdas dan produktif.

“Perbedaan antarkabupaten bukan untuk memisahkan, tetapi menjadi kekuatan bersama dalam membangun Tanah Papua, ” ujarnya kepada wartawan di Timika, Papua Tengah, Selasa (12/5/2026).

“Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda dan itu menjadi modal besar pembangunan,” ujar Bupati Mote.

Menurutnya, hasil forum asosiasi bupati melahirkan sejumlah komitmen penting, mulai dari penguatan sektor pendidikan, kesehatan hingga produktivitas ekonomi masyarakat Papua.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam pembangunan antarwilayah di Papua.

“Papua itu satu kesatuan. Kabupaten yang sudah maju harus mendukung daerah-daerah yang masih tertinggal agar bersama-sama keluar dari kategori 3T,” katanya.

FX Mote mengungkapkan Kabupaten Waropen masih masuk kategori daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), sehingga membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat keterbatasan akses konektivitas antar kabupaten maupun provinsi di wilayah Papua, sehingga berdampak terhadap percepatan pembangunan daerah.

“Kami berharap ada dukungan bersama agar kabupaten-kabupaten 3T di Tanah Papua bisa lebih cepat berkembang dan terhubung,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Waropen kini fokus membenahi tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.

Bupati Mote mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah daerahnya mengalami opini disclaimer selama kurang lebih 18 tahun.

“Fokus utama kami adalah membenahi sistem pemerintahan, tata kelola keuangan daerah dan kualitas ASN agar pembangunan bisa berjalan baik,” katanya.

Selain reformasi birokrasi, Pemkab Waropen juga mulai mengembangkan potensi sumber daya alam sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Salah satu sektor unggulan yang kini didorong adalah pengembangan kepiting bakau yang menjadi identitas daerah berjuluk “Kabupaten Seribu Bagau”.

Menurut Bupati Mote, Waropen memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor perikanan, pertanian, kawasan mangrove, hingga potensi tambang emas dan gas alam.

“Potensi ini bukan hanya untuk membangun Waropen atau Provinsi Papua saja, tetapi menjadi kekuatan pembangunan bagi seluruh Tanah Papua,” ujarnya.

Bupati Mote berharap semangat kolaborasi antarkabupaten dan dukungan dana Otsus dapat terus diperkuat agar pembangunan di Papua berjalan merata, inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga wilayah terpencil.

EHO

Exit mobile version