Koreri.com, Timika – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika resmi menyerahkan bantuan perlengkapan rohani untuk mendukung aktivitas peribadatan di Gereja Katolik Santo Franciscus Pomako, Sabtu (30/5/2026).
Aksi ini menunjukkan kepedulian PKK Mimika terhadap umat Katolik di Kampung Pomako pasca Gereja St Franciscus Pomako dilanda kebakaran hebat.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Suzy Herawati Rettob selaku ketua didampingi jajaran pengurus serta para Ketua Pokja I hingga Pokja IV TP PKK Mimika.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja I TP PKK Mimika di bidang pembinaan mental spiritual dan keagamaan.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan solidaritas TP PKK Mimika kepada jemaat Gereja Santo Franciscus Pomako yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran.
Meski bangunan gereja terdampak, semangat umat untuk tetap beribadah tidak pernah surut.
Dalam kesempatan itu, Suzy Rettob menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan penguatan kepada umat agar tetap teguh dalam iman menghadapi cobaan yang terjadi.
“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami oleh seluruh umat di sini. Namun kita percaya bahwa setiap peristiwa yang terjadi ada dalam rencana Tuhan. Jangan berkecil hati, tetap kuat dan terus berharap kepada-Nya,” pesannya.
Suzy berharap musibah yang terjadi dapat menjadi awal dari hadirnya rumah ibadah yang lebih representatif bagi masyarakat Pomako di masa mendatang.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut. Setelah penyerahan bantuan secara simbolis, seluruh peserta bersama jemaat menyanyikan lagu-lagu rohani sebagai ungkapan doa dan syukur kepada Tuhan.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Mimika menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan dalam pemberdayaan keluarga, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan moral dan spiritual bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan.
Kehadiran TP PKK Mimika di Pomako diharapkan menjadi penyemangat bagi umat untuk terus bangkit, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan optimisme dalam membangun kembali sarana peribadatan yang lebih baik di masa depan.
TIM
