Koreri.com, Manokwari – H min satu (H-1) menjelang pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, pimpinan DPRP Papua Barat meninjau langsung kesiapan sejumlah kontingen yang sudah hadir.
Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Dewan Orgenes Wonggor didampingi Wakil Ketua I Petrus Makbon, Wakil Ketua II Syamsudin Seknun, Wakil Ketua III Frids Bernard Indow dan Sekwan Hendra Fatubun mencakup beberapa daerah, diantaranya kontingen Maluku, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua DPRP PB Orgenes Wonggor mengatakan, peninjauan ini untuk memastikan kesiapan fasilitas serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kontingen sebelum pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Dari hasil kunjungan, persoalan transportasi menjadi perhatian utama, khususnya di Kontingen Maluku. Kontingen asal daerah itu membutuhkan armada bus berukuran besar untuk mengangkut peserta menuju lokasi kegiatan. Penggunaan kendaraan kecil dinilai berpotensi menghambat mobilitas karena harus dilakukan secara bolak-balik dan memakan waktu,” ungkapnya kepada wartawan usai kunjungan kontingen, Jumat (19/6/2026).
Selain itu lanjut Wonggor menjelaskan, kondisi ruangan yang panas juga menjadi catatan penting yang perlu segera diantisipasi dengan dukungan fasilitas memadai.
Meski demikian, sebagian kebutuhan Kontingen Maluku disebut telah mendapat dukungan dari Wakil Ketua II DPRP PB.
Sementara itu, untuk Yogyakarta, DPRP tidak menemukan kendala yang berarti.
Permasalahan kecil yang muncul dapat diatasi dengan cepat oleh Dinas Pendidikan sebagai orang tua asuh.
Adapun untuk kontingen Papua Barat, persoalan transportasi juga menjadi perhatian. Namun, secara umum kondisi tersebut dinilai masih terkendali selama dukungan sarana mobilitas dapat disiapkan dengan baik.
Sementara kunjungan ke kontingen NTB, pimpinan DPRP PB menilai pendampingan dari Sekretariat Dewan sebagai orang tua asuh berjalan optimal.
Pelayanan terhadap peserta disebut sudah cukup baik, termasuk berdasarkan masukan dari perwakilan Bimas Kristen dan kontingen setempat.
Wonggor mendorong agar Setwan Papua Barat terus meningkatkan kualitas pelayanan serta sigap dalam merespons setiap kendala yang dihadapi peserta.
“Secara keseluruhan, empat kontingen yang telah dikunjungi ini dijadikan sampel kesiapan bagi seluruh peserta dari 38 provinsi yang akan mengikuti Pesparawi,” ujarnya.
Wonggor menekankan pentingnya pelayanan menyeluruh bagi seluruh kontingen, mulai dari kedatangan di bandara, transportasi, akomodasi, hingga kepulangan.
“Harapannya, seluruh peserta bisa datang dengan senyum dan pulang juga dengan senyum,” harapnya
Wonggor meminta panitia penyelenggara untuk segera menindaklanjuti berbagai temuan di lapangan.
Kebutuhan yang belum terpenuhi diminta segera dilengkapi agar pelaksanaan Pesparawi di Papua Barat dapat berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta.
KENN
