Tegaskan Netral, Bupati Rettob: Pemkab Mimika Tak Ada Kaitan dengan Calon KNPI Tertentu

Musda KNPI Mimika 2026
Momen Rapat Pimpinan Paripurna Daerah dan Musda DPD II KNPI Kabupaten Mimika bertempat di Ballroom Hotel Cartenz, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, Rabu (1/7/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Dinamika dalam Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika di Ballroom Hotel Cartenz, Jalan Budi Utomo, Timika terus mengemuka hingga hari ketiga pelaksanaannya, Rabu (1/7/2026).

Salah satu isu yang begitu tajam mengemuka berkaitan dengan adanya klaim dukungan pada kandidat tertentu yang kemudian dialamatkan kepada Pemerintah daerah.

Merespon itu, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersikap netral dan tidak berpihak kepada calon mana pun dalam proses pemilihan Ketua KNPI setempat.

Menurutnya, pemilihan Ketua KNPI merupakan urusan internal organisasi yang harus diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI. Karena itu, Pemda menghormati sepenuhnya proses demokrasi yang sedang berlangsung.

“Pemerintah Kabupaten Mimika tidak kaitan dengan pihak calon mana pun. Kami menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan di KNPI. Biarkan seluruh peserta Musda menentukan pilihannya sesuai hati nurani dan mekanisme organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan keluarga besar KNPI, dan Pemerintah siap bekerja sama dengan kepengurusan yang sah,” tegas Rettob.

Ia menilai KNPI memiliki posisi strategis sebagai mitra Pemerintah dalam pembangunan generasi muda. Oleh sebab itu, Musda KNPI diharapkan menjadi ruang konsolidasi dan penguatan solidaritas antarpemuda, bukan justru memunculkan perpecahan.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh kandidat beserta para pendukungnya untuk menjunjung tinggi etika organisasi serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga seluruh tahapan Musda selesai dilaksanakan.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak di luar organisasi yang memiliki kepentingan tertentu dan berupaya mempengaruhi jalannya Musda sehingga memicu ketegangan di tengah pemuda Mimika.

“Kompetisi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Namun setelah proses ini selesai, tidak boleh ada lagi sekat-sekat. Yang dibutuhkan Mimika hari ini adalah pemuda yang bersatu, saling merangkul, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Johannes menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kepentingan terhadap siapa yang akan memimpin KNPI Mimika. Harapan pemerintah, kata dia, adalah lahirnya figur pemimpin yang mampu mengakomodasi seluruh organisasi kepemudaan, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah.

Ia juga mengajak seluruh pemuda Mimika untuk terus menjaga semangat saling menghargai di tengah keberagaman yang ada di daerah tersebut. Menurutnya, dinamika sosial dan budaya di Mimika harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persatuan.

“Saya berharap seluruh pemuda Mimika tetap saling menghargai. Dalam dinamika keberagaman yang ada, mari kita juga memberikan kesempatan kepada putra-putra terbaik dari dua suku besar di Mimika, yakni Amungme dan Kamoro, apabila ada yang ingin memimpin di daerahnya sendiri,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan Rapimpurda dan Musda KNPI Kabupaten Mimika, berbagai agenda organisasi telah dilaksanakan, mulai dari pembahasan tata tertib, penyampaian pandangan organisasi kepemudaan, hingga tahapan pemilihan kepengurusan baru. Forum ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah KNPI Mimika untuk periode kepengurusan mendatang.

Menutup pernyataannya, Johannes Rettob berharap seluruh rangkaian Musda dapat berakhir secara damai, demokratis, dan menghasilkan keputusan yang diterima oleh seluruh peserta.

“Yang terpenting bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana KNPI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda Mimika. Mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun daerah ini,” pungkasnya.

TIM

Exit mobile version