PAKHAM Papua Kutuk Keras Inisiden Penembakan Pilot-Pembakaran Pesawat di Yahukimo

Dr Methodius Kossay Kutuk keras
Ketua PAKHAM Papua, Dr. Methodius Kossay / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAKHAM) Papua menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, dalam insiden penembakan yang terjadi di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026) lalu.

Dalam peristiwa tersebut, selain menewaskan pilot Nicholas F. Goselin, pelaku juga membakar pesawat AMA Air PK-RCY milik Associated Mission Aviation (AMA) yang sedang menjalankan misi pelayanan kemanusiaan di wilayah pedalaman Papua.

Berdasarkan informasi yang telah diberitakan secara luas, TPNPB menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Ketua PAKHAM Papua, Dr. Methodius Kossay, mengutuk keras tindakan kriminal yang dilakukan TPNPB terhadap pilot dan pesawat misi kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, tindakan penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa serta pembakaran pesawat yang digunakan untuk pelayanan masyarakat merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan menurut hukum pidana, prinsip-prinsip hak asasi manusia, maupun nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari sumber-sumber di lapangan yang mengetahui peristiwa tersebut, almarhum Nicholas F. Goselin sedang menjalankan misi pelayanan kemanusiaan murni. Selama puluhan tahun, AMA telah melayani masyarakat Papua melalui penerbangan perintis untuk mengangkut tenaga kesehatan, guru, rohaniwan, obat-obatan, logistik, serta membantu mobilitas masyarakat di wilayah yang belum dapat dijangkau melalui transportasi darat,” ujar Dr. Methodius.

Menurutnya, pelayanan AMA tidak berorientasi pada keuntungan komersial, melainkan merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Oleh karena itu, serangan terhadap pilot dan pembakaran pesawat bukan hanya merupakan kejahatan terhadap individu, tetapi juga telah menghambat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan kemanusiaan, dan pelayanan gereja.

PAKHAM Papua mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara profesional, independen, transparan, dan akuntabel, serta memastikan perlindungan bagi seluruh tenaga kemanusiaan yang bertugas di Papua.

PAKHAM Papua juga mengajak semua pihak untuk menghormati ruang-ruang kemanusiaan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan berkelanjutan.

RLS

Exit mobile version