Lifting Perdana Biosolar B50 di Dunia, Kilang Kasim Perkuat Energi Terbarukan Indonesia

IMG 20260720 WA0015

Koreri.com, Kasim – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Kasim menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung program strategis pemerintah menuju swasembada energi nasional.

Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan lifting perdana produk B50 yang disalurkan ke MT Krasak, Sabtu (18/7/2026).

Langkah bersejarah ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan mandatory B50 nasional yang secara resmi ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia mulai 1 Juli 2026.

Kebijakan berupa campuran 50% minyak kelapa sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dan 50% minyak Solar hasil olahan Kilang Kasim tersebut mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang berhasil mengimplementasikan Biosolar B50.

General Manager Kilang Kasim, Hadi Siswanto, menyampaikan bahwa komitmen ini sejalan dengan arah kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis sumber daya terbarukan.

“Peningkatan pemanfaatan Biodiesel merupakan langkah strategis Indonesia dalam mengoptimalkan penggunaan energi berbasis bahan bakar nabati sawit sebagai sumber energi domestik, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Kasim berkomitmen penuh dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk menciptakan swasembada energi. Hal ini kami implementasikan secara nyata melalui lifting perdana produk Biosolar B50 ke MT Krasak sebanyak 4.600 Kiloliter” ungkapnya.

Hadi juga menegaskan keterlibatan aktif Kilang Kasim dalam mengawal program strategis nadional demi masa depan ketahanan energi serta dampak positifnya bagi perekonomian nasional.

“B50 bukan sekadar energi baru, melainkan bagian dari transformasi energi yang mengoptimalkan potensi melimpah Indonesia demi memperkuat ketahanan energi nasional sebagai pondasi utama pembangunan ekonomi serta akselerasi produk Biosolar B50 yang memberikan efek ganda (multiplier effect) dari sisi nilai ekonomis. Program ini mampu menghemat devisa negara secara signifikan melalui pemangkasan impor BBM fosil, sekaligus menghidupkan ekosistem hilirisasi sawit yang memberi nilai tambah optimal bagi rantai pasok ekonomi dalam negeri,” pungkasnya.

Lifting perdana dari tanah Papua ini menjadi penegas bahwa infrastruktur energi di kawasan Indonesia Timur siap menjadi pilar utama dalam menopang cita-cita besar kemandirian energi nasional.

RLS

Exit mobile version