YLBH Papua Tengah Kecam Keras Kasus Pemerkosaan-Pembakaran Anak di Nabire

Soroti Lemahnya Pengawasan dan Pendidikan Karakter

Yoseph Temorubun 7
Direktur YLBH Papua Tengah, Yoseph Temorubun / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah mengecam keras kasus kekerasan seksual disertai pembakaran terhadap seorang anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh pelaku yang juga masih berusia anak di Kabupaten Nabire.

Direktur YLBH Papua Tengah, Yoseph Temorubun, menilai peristiwa tragis tersebut menjadi cerminan serius dari akumulasi persoalan sosial yang selama ini terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kasus ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak sehat, lemahnya pengawasan orang tua, serta belum optimalnya penerapan pendidikan karakter sejak usia dini.

“Peristiwa ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pola pengasuhan di rumah maupun sistem pendidikan masih lemah dalam membentuk karakter anak,” ujar Yoseph di Timika, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan bahwa YLBH Papua Tengah mendorong aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara adil, transparan, dan profesional, sehingga mampu memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Selain itu, YLBH juga menekankan pentingnya pendampingan hukum bagi korban sebagai bagian dari perlindungan hak-hak anak.

Di sisi lain, karena pelaku masih di bawah umur, Yoseph meminta agar proses hukum tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak, termasuk menghadirkan pendampingan hukum yang komprehensif.

“Pendampingan ini penting untuk mengungkap secara terang benderang akar persoalan yang melatarbelakangi terjadinya kasus yang menggegerkan publik ini,” tegasnya.

YLBH Papua Tengah berharap, penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada aspek hukum semata, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama dalam memperkuat peran keluarga, lingkungan, dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda.

TIM

Exit mobile version