Koreri.com, Ambon – Kapolresta Ambon Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan kebutuhan sekaligus tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada forum “Bacarita par Ambon Pung Bae”, sebuah ruang dialog yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk duduk bersama, saling mendengar dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Kota Ambon.
Menurut Kapolresta, forum tersebut harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Ambon yang aman, damai, maju dan sejahtera.
“Bacarita par Ambon pung bae artinya kita duduk bersama, bicara bersama, saling mendengar dan mencari jalan keluar bersama demi satu tujuan yaitu Ambon yang aman, damai, maju dan sejahtera,” imbuhnya.
Kapolresta menjelaskan, pembangunan tidak akan berjalan maksimal apabila tidak didukung situasi keamanan yang kondusif.
Pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pariwisata hingga berbagai aktivitas sosial masyarakat lainnya membutuhkan rasa aman dan kepercayaan.
“Pembangunan tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa keamanan. Ekonomi tidak dapat bertumbuh dengan maksimal apabila masyarakat merasa tidak aman. Begitu pula pendidikan, pariwisata dan aktivitas sosial masyarakat membutuhkan situasi yang aman dan kondusif.
Karena itu, keamanan menurutnya merupakan salah satu pondasi utama pembangunan Kota Ambon.
Kapolresta juga mengingatkan bahwa masyarakat Ambon memiliki modal sosial yang kuat, salah satunya melalui budaya pela dan gandong, semangat hidup orang basudara serta nilai toleransi yang diwariskan para leluhur.
Ia menyinggung falsafah “potong di kuku, rasa di daging” yang menggambarkan kuatnya rasa persaudaraan masyarakat Maluku.
Ketika satu saudara mengalami kesulitan, saudara lainnya ikut merasakan. Karena itu, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh.
“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling menjaga,” sahutnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, Andrias mengingatkan bahwa tantangan menjaga keamanan semakin kompleks.
Persoalan kecil dapat berkembang menjadi konflik besar apabila disertai provokasi, berita bohong, ujaran kebencian atau penyebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Karena itu, ia mengajak generasi muda Kota Ambon menjadi bagian dari solusi.
“Jangan mudah terprovokasi, jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, jangan membiarkan persoalan pribadi berkembang menjadi persoalan kelompok,” tegasnya.
Jika terjadi persoalan, masyarakat diminta menyelesaikannya melalui komunikasi dengan melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Kapolresta juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar menggunakan energi, kreativitas dan kemampuan yang dimiliki untuk hal-hal positif.
Ruang digital, kata dia, harus diisi dengan pesan perdamaian, toleransi dan prestasi.
Ia mengingatkan agar masa depan generasi muda tidak dikorbankan karena emosi sesaat, termasuk akibat perkelahian, minuman keras, narkoba maupun tindakan yang berhadapan dengan hukum.
Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, lanjut Andrias, akan terus hadir melalui langkah preventif maupun penegakan hukum. Namun, kesadaran masyarakat untuk menjadi penjaga keamanan di lingkungannya masing-masing jauh lebih penting.
“Beda pikiran Itu biasa, persaudaraan harus dijaga,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Kapolresra Andrias mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan “Bacarita par Ambon Pung Bae” bukan sekadar forum menyampaikan pendapat, tetapi sebagai ruang untuk mendengar, memahami dan menemukan solusi bersama.
“Beda pikiran itu biasa, beda pilihan juga. Persaudaraan jaga, toleransi jaga, anak-anak muda kita jaga dan jaga kedamaian Kota Ambon,” pesannya.
Kapolresta menegaskan, ketika Ambon aman maka masyarakat akan merasa nyaman. Jika masyarakat hidup rukun, pembangunan akan berjalan lebih baik.
“Kalau Ambon aman, masyarakat nyaman. Kalau masyarakat hidup rukun, pembangunan akan berjalan. Dan apabila semua unsur bergerak bersama, maka apa yang menjadi harapan kita untuk Ambon pung bae dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
JFL
